Senin 18 May 2020 16:52 WIB

Lebih dari 1.600 ABK WNI di Jerman Pulang ke Tanah Air

Para ABK WNI pulang karena kapal pesiar tidak beroperasi sebagai dampak pandemi

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar MV Viking Orion tiba di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (11/5/2020). Sebanyak 42 orang WNI ABK kapal pesiar tersebut menjalani serangkaian tes kesehatan sesuai protokol pencegahan COVID-19 seperti tes swab, sebelum dibawa menuju hotel untuk melakukan isolasi mandiri.
Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar MV Viking Orion tiba di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (11/5/2020). Sebanyak 42 orang WNI ABK kapal pesiar tersebut menjalani serangkaian tes kesehatan sesuai protokol pencegahan COVID-19 seperti tes swab, sebelum dibawa menuju hotel untuk melakukan isolasi mandiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar RI di Berlin, Arif Havas Oegroseno mencatat, sudah 1.694 Anak Buah Kapal (ABK) berwarga negara Indonesia di Jerman telah kembali ke tanah air sejak April hingga Senin (18/5). Pemulangan para ABK tersebut karena dampak pandemi Covid-19 yang membuat kapal pesiar tidak aktif beroperasi.

Kepulangan para kru terlaksana juga atas koordinasi antara perwakilan RI di Jerman kepada pemilik kapal, otoritas setempat, dan pihak lain yang terkait.

Baca Juga

"Alhamdulillah, koordinasi kita lancar. Masing-masing menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Ketiga Perwakilan RI di Jerman juga melakukan pendampingan sejak kru diberangkatkan dari Hamburg sampai mereka diterbangkan ke Indonesia," ujar Duta Besar RI di Berlin, Arif Havas Oegroseno dalam rilis pers yang diterima Republika.co.id, Senin (18/5).

Kurang lebih seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri, 238 kru lagi yang berasal dari kapal pesiar AIDA bella dan AIDA blu tiba di Jakarta. Mereka diberangkatkan dari Bandara Frankfurt Jerman pada Ahad (17/5) dengan menggunakan pesawat carter Condor. Director Brand Emergency Response AIDA Cruises, Phlilipp Heidmann menyebutkan bahwa pemulangan itu merupakan repatriasi terakhir kru kapal AIDA ke Indonesia. 

"Hari ini adalah gelombang pemulangan terakhir. Jumlah total kru dari Indonesia yang sudah direpatriasi selama pandemi Covid-19 di kapal AIDA ini sebanyak 718 kru," ujar Philipp. Sebelum tiba dipulangkan pada Ahad kemarin, para kru tiba di pelabuhan Hamburg, Steinwerder Cruise Center pada Jumat (15/5) pagi.

Sebelumnya mereka berlayar selama sepuluh hari dari Tenerif, Kepulauan Kanaria dekat Maroko. Mereka telah berada di Tenerif kurang lebih dua bulan. Dari pelabuhan Hamburg mereka diberangkatkan dengan enam bus ke Bandara Frankfurt dini hari Ahad.  

Persiapan kepulangan para kru Kapal AIDA ini dikoordinasikan intensif oleh seluruh Perwakilan RI di Jerman. Koordinasi rencana pemulangan dengan pihak perusahaan serta otoritas terkait di Jerman dan di Indonesia dilakukan oleh KBRI Berlin. Sementara KJRI Frankfurt bertugas terutama untuk menkoordinasikan teknis repatriasi dengan otoritas terkait di Bandara Frankfurt.  KJRI Hamburg mengkoordinasikan dengan pihak perusahaan untuk ketibaan para kru di pelabuhan Hamburg serta keberangkatan menuju Bandara Frankfurt.

Dijadwalkan para kru tiba di Bandara Soekarno Hatta Jakarta pada Senin (18/5) sore. Setibanya di Jakarta mereka akan menjalani standar prosedur penanganan Covid-19 yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia. Setelah selesai dari prosedur tersebut, mereka akan diterbangkan kota asal mereka, yakni Denpasar, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Bandar Lampung, Palembang.

Para kru merasa sangat gembira dapat pulang sebelum Lebaran ini. Kadek, kru asal Bali menyebutkan ibunya selalu mengkhawatirkan kondisinya apalagi di masa pandemi ini. Tentunya dengan kepulangan ini bisa menjadi penawar kerisauan ibunya selama ini.

Lain lagi komentar Wibowo yang bertugas sebagai chef. "Campur aduk rasanya. Ada senang dan ada galaunya juga. Senang karena pasitnya bisa merayakan lebaran bersama istri dan anak di Jakarta. Galau karena habis lebaran akan sering ngecek handphone menunggu pesan masuk dari AIDA untuk dipanggil kerja kembali. Mudah-mudahan wabah ini cepat berlalu," kata dia.

Separuh kru kapal bekerja di bagian Food and Beverages. Selebihnya bekerja di bagian hotel, gallery (pertokoan), electronik dan mesin, dan fasilitas manajemen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement