KJRI Jeddah: Belum Ada Pernyataan Resmi dari Saudi Soal Haji

Rabu , 27 May 2020, 14:06 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Ani Nursalikah
KJRI Jeddah: Belum Ada Pernyataan Resmi dari Saudi Soal Haji. Jamaah haji memaadati Jabal Rahmah saat berwukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi.
KJRI Jeddah: Belum Ada Pernyataan Resmi dari Saudi Soal Haji. Jamaah haji memaadati Jabal Rahmah saat berwukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyelenggaraan haji 2020 masih belum menemui kejelasan. Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi yang diambil oleh pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji tahun ini.

 

Terkait

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, mengatakan sampai saat ini pemerintah Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait haji. "Saya tidak tahu skenario apa yang akan dilakukan oleh Saudi karena itu bukan kewenangan kami untuk mengomentari masalah internal dalam negeri Saudi," kata Endang melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Selasa (26/5).

Baca Juga

Pemerintah Saudi sendiri akan melonggarkan penerapan lockdown di negara itu mulai Kamis (28/5) mendatang. Endang mengatakan, pemerintah Saudi sudah mengeluarkan kebijakan terkait perkembangan lockdown di wilayah negara tersebut. Di antaranya terkait pelonggaran penutupan wilayah di seluruh Saudi.

Ia mengatakan, pemerintah Saudi menetapkan membuka wilayah pada 5-7 Syawal dari pukul 06.00 sampai pukul 15.00. Selanjutnya, dari 8-28 Syawal seluruh wilayah di negara itu dibuka dari pukul 06.00 sampai pukul 20.00. Sedangkan pada 29 Syawal dibuka bebas 24 jam.

"Untuk Mekkah dan Madinah masih dikecualikan hanya boleh dari pukul 06.00 sampai pukul 15.00," tambahnya.

Dengan pelonggaran lockdown itu, Saudi mulai mengambil langkah sementara untuk kembali menjalani kehidupan normal. Menteri kesehatan Saudi Dr. Tawfiq Al-Rabiah menekankan agar setiap orang mengikuti semua tindakan pencegahan yang diterapkan oleh pihak berwenang. Hal itu agar proses menuju kehidupan kembali normal secara bertahap bisa berhasil dijalankan.

"Pada Kamis, kami akan bergerak dari satu fase ke fase yang lain sesuai dengan penilaian kesehatan yang cermat. Fase itu dimulai secara bertahap sampai kita kembali ke keadaan normal, dengan konsep baru berdasarkan jarak sosial," kata Al-Rabiah, dilansir di Arab News, Selasa (26/5).

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini