90 Ribu Masjid Dibuka, Warga Arab Saudi: Ini Rahmat Allah

Senin , 01 Jun 2020, 08:43 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Muazin Masjid Al Mirabi Hammoud Al-Labban mengumandangkan azan dengan latar jamaah masjid yang mengenakan masker untuk menghindari wabah Covid-19, di Jeddah, Arab Saudi, Ahad (31/5). Kecuali Kota Makkah, masjid-masjid di Arab Saudi diijinkan kembali untuk berkegiatan mulai hari ini hingga 20 Juni
Muazin Masjid Al Mirabi Hammoud Al-Labban mengumandangkan azan dengan latar jamaah masjid yang mengenakan masker untuk menghindari wabah Covid-19, di Jeddah, Arab Saudi, Ahad (31/5). Kecuali Kota Makkah, masjid-masjid di Arab Saudi diijinkan kembali untuk berkegiatan mulai hari ini hingga 20 Juni

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Semua masjid di Arab Saudi kini telah dibuka kembali dan menerima jamaah shalat bersama. Sebanyak 90 ribu masjid disiapkan pemerintah dengan membersihkan sajadah, kamar mandi dan rak tempat salinan Alquran. 

 

Terkait

Dilansir di  Metro, Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, situs paling suci ketiga bagi umat Islam setelah Makkah dan Madinah di Arab Saudi, juga dibuka kembali untuk sholat untuk pertama kalinya sejak Maret. Para jamaah memeriksa suhu badan sebelum mereka diizinkan masuk.   

Baca Juga

"Sangat menyenangkan merasakan rahmat Allah SWT dan sekali lagi memanggil orang untuk sholat di masjid daripada di rumah mereka," kata seorang muadzin di Masjid Al Rajhi, salah satu yang terbesar di ibukota Riyadh, Abdulmajeed Al Mohaisen, dikutip di Pakistan Observer, Senin (1/6).  

Para jamaah disebut pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Subuh di tengah peraturan ketat. Kerajaan Saudi mengharuskan penggunaan masker dan membawa sajadah pribadi.  

Jamaah juga diminta menghindari melakukan jabat tangan dan saat shalat memberi jarak sejauh 2 meter. Selain itu, Saudi memberlakukan kuncian 24 jam di Dammam.  

Bagi lansia, anak-anak di bawah 15 tahun, serta orang-orang dengan penyakit kronis tidak diizinkan melaksanakan ibadah di masjid. Orang-orang juga disajibkan melakukan ritual wudhu di rumah.  

“Mata saya berkaca-kaca ketika memasuki masjid dan mendengar panggilan untuk sholat. Terima kasih Allah SWT atas berkah ini. Kami kembali ke rumah ibadah,” kata seorang warga Suriah di Riyadh, Maamoun Bashir.  

Sebelumnya Pemerintah Saudi mengatakan kebijakan pembatasan akan dicabut dalam tiga tahap. Puncaknya aturan jam malam akan berakhir pada 21 Juni, dengan pengecualian di kota suci Makkah.  

Hingga berita ini diturunkan, ibadah haji dan umrah masih ditangguhkan. Negara berpenduduk 30 juta jiwa itu melaporkan lebih dari 83.300 kasus infeksi dan 480 kematian akibat Covid-19, tertinggi di antara tujuh negara Teluk Arab. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini