Kamis 04 Jun 2020 11:18 WIB

Anggota DPRD Usulkan Ada Masa Transisi PSBB ke New Normal

Anggota DPRD sarankan ada masa transisi sebelum memasuki new normal

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
Petugas melakukan pengecekan kepada pengendara dengan plat nomor luar daerah yang melintasi Check Point PSBB di kawasan Kalimalang, Jakarta.
Foto: Prayogi/Republika
Petugas melakukan pengecekan kepada pengendara dengan plat nomor luar daerah yang melintasi Check Point PSBB di kawasan Kalimalang, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengumumkan status baru DKI Jakarta setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketiga yang akan berakhir 4 Juni. Status baru tersebut bisa berupa berakhirnya PSBB dan memasuki masa transisi new normal atau tetap memperpanjang PSBB hingga kasus Covid-19 mereda.

Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Syarif menyarankan ada waktu transisi ke new normal . "Jangan langsung dari PSBB ke new normal," kata Syarif, Kamis (4/6).

Ia menyarankan ada formula untuk monitoring dan evaluasi sebelum new normal benar-benar diterapkan. Ia mengusulkan rumus skemanya 7-4-3 yakni setelah berakhirnya PSBB 4 Juni, ada perpanjangan sepekan atau 7 hari ke depan. Setelah itu, 4 hari untuk monitoring dan evaluasi, dan 3 hari masuk transisi New Normal.

Syarif pun menyebut masa PSBB transisi akan disebut Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL). Format PSBL sendiri merupakan pembatasan lokal berskala RW di wilayah Jakarta yang memiliki sebaran Covid-19 cukup tinggi. Penerapan PSBL ini, ungkap Syarif, bisa diterapkan hingga 21 hari, sebelum akhirnya masuk pada masa New Normal.

Syarif mengatakan selama masa transisi nanti ada pelonggaran bagi sektor usaha diluar 11 sektor yang telah diatur selama masa PSBB. Sehingga peluang perputaran ekonomi setelah PSBB bisa jauh lebih besar lagi. Skema ini, menurut dia, diterapkan agar langkah-langkah penanganan Covid-19 tepat sasaran dan perputaran ekonomi tetap berjalan.

"Penanganan Covid-19 di DKI selama ini sudah berjalan baik, kurva kasus baru terus menurun, jangan sampai apa yang sudah dicapai ini dipertaruhkan. Ini dipemanya ketika kedua ini harus berjalan seiringan," imbuhnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui ada tren penurunan cukup baik jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta hingga jelang berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke tiga 4 Juni mendatang. Tren penurunan ini diakui dia menjadi harapan baru Jakarta menghadapi apa yang disebut dengan kehidupan normal baru atau new normal.

"Kalau kita lihat dari angka penurunan ini ada angka-angka yang positif menurun. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan masyarakat lebih patuh, lebih disiplin," kata Wagub Ariza, Senin lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement