Pengembalian Dana Hancurkan Mimpi Jamaah Haji India

Ahad , 07 Jun 2020, 07:42 WIB Reporter :Andrian Saputra/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Pengembalian Dana Hancurkan Mimpi Jamaah Haji India (Ilustrasi).
Pengembalian Dana Hancurkan Mimpi Jamaah Haji India (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,MAHARASHTRA --- Setelah pemerintah India mengumumkan pembatalan Pemberangkatan haji tahun ini, mimpi ribuan umat Muslim di negara itu semakin hancur dengan adanya pengumuman dari Komite Haji tentang pengembalian dana penuh biaya musim haji 2020. 

 

Terkait

Seperti dialami puluhan ribu Muslim di Maharashtra. Mulanya ada 10.500 Muslim di wilayah itu yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci. Namun demikian setelah pengumuman pembatalan pemberangkatan, mereka juga harus menerima keputusan Komite Haji Pusat tentang pengembalian dana penuh kepada jamaah. Ketua Komite Haji Maharashtra, Jamal Siddiqui mengungkapkan tak ada yang bisa disalahkan dengan batalnya pemberangkatan haji tahun ini. 

"Ada sekitar 200 ribu Muslim dari India yang berencana menjalankan ibadah haji tahun ini. Termasuk 125 ribu jamaah melalui Komite Haji atau haji reguler. Dan sisanya sebanyak 47 ribu jamaah melalui travel haji atau haji khusus," seperti dilansir Gulf Today pada Ahad (7/6).

Asosiasi Kesejahteraan Operator Haji dan Umrah India (IHUTOWA) Presiden Syed AR Milli mengatakan  permintaan tentang kompensasi tidak dapat dibenarkan, Namun ia mendukung permintaan untuk meneruskan daftar jemaah haji tahun ini ke musim haji 2021.

Mali menjelaskan jamaah melalui Komite Haji membayar Rs 201 ribu  mereka yang di Kategori Hijau membayar Rs 2,90. Mereka yang memilih operator travel haji pribadi diharuskan membayar antara Rs 3,50 lakh hingga Rs 12.

Pada Mei lalu, pelaksanaan Umrah yang sangat dinanti ditangguhkan pemerintah India untuk pertama kalinya. Sementara penerbangan pertama untuk Ibadah haji  dimulai pada 28 Juli 2020  dan dijadwalkan berangkat dari Mumbai dan wilayah lain India mulai 22 Juni, dan penerbangan kembali diharapkan pada Agustus.

Pengesahan visa dan proses final lainnya akan dimulai dari 8 Mei dan seterusnya, tetapi tidak diambil mengingat pandemi coronavirus, dan beberapa negara memilih untuk membatalkan rencana haji mereka sendiri. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini