Impian Haji Ribuan Muslim India Sirna Akibat Covid-19

Ahad , 07 Jun 2020, 20:13 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Impian Haji Ribuan Muslim India Sirna Akibat Covid-19. Foto: Suasana Masjidil Haram yang sepi pada malam lailatur Qadar pada tahun 2020.
Impian Haji Ribuan Muslim India Sirna Akibat Covid-19. Foto: Suasana Masjidil Haram yang sepi pada malam lailatur Qadar pada tahun 2020.

REPUBLIKA.CO.ID,MUMBAI -- Komite Haji Pusat India mengumumkan pengembalian penuh biaya untuk musim 2020 Haji. Bersamaan dengan pengumuman ini, impian ribuan jamaah haji sirna.

 

Terkait

Di Maharashtra, sekitar 10.500 Muslim dipilih dan dijadwalkan untuk pergi melaksanakan ibadah paling penting dalam hidup mereka. Bersamaan dengan keputusan Komite Haji Pusat ini, Ketua Komite Haji Negara Bagian Maharashtra, Jamal Siddiqui, menyebut Haji 2020 mungkin tetap hanya menjadi impian bagi umat Islam. Ia menegaskan tidak ada yang bisa disalahkan untuk hal itu.

Tahun ini, sekitar 200.000 Muslim dari India berencana untuk melakukan haji. Di dalamnya termasuk lebih dari 125.000 yang berangkat melalui Komite Haji, dan sisanya sekitar 47.000 melalui operator Tur Haji pribadi.

Dilansir di Gulf Today, Presiden Asosiasi Kesejahteraan Operator Haji & Umrah India (IHUTOWA), Syed A.R. Milli mengatakan, permintaan ganti rugi tidak dapat dibenarkan. Meski demikian, ia mendukung permintaan untuk meneruskan daftar jamaah tahun ini ke musim haji 2021.

Jamaah haji yang berangkat melalui Komite Haji membayar 201.000 Indian rupee atau setara 37 juta rupiah. Sementara mereka yang di Kategori Hijau membayar 2,90 lakh Indian rupee. Atau 38,7 juta rupiah

Bagi jamaah yang memilih berangkat haji menggunakan operator tur haji pribadi diharuskan membayar antara Rs 3,50 lakh hingga Rs 12 lakh (56,5 hingga 220 juta rupiah). Biaya ini tergantung pada kategori Emas, Perak atau Perunggu.

Bulan Mei tahun ini, ibadah Umroh Ramadhan yang juga dinantikan umat Muslim India, untuk pertama kalinya ditangguhkan. Penerbangan pertama untuk haji diperkirakan dimulai pada 28 Juli 2020. Jamaah dijadwalkan berangkat dari Mumbai dan bagian lain India mulai 22 Juni. Sementara penerbangan kembali diharapkan terjadi pada Agustus.

Pengesahan visa dan proses final lainnya seharusnya dimulai dari 8 Mei dan seterusnya. Namun karena pandemi Covid-19, hal ini tidak diteruskan. Jamal Siddiqui menyebut beberapa negara bahkan memilih untuk membatalkan rencana haji mereka sendiri. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini