12 Rabiul Awwal 1442

Arab Saudi Minta Warga Taat Protokol Kesehatan

Senin , 15 Jun 2020, 12:49 WIB Reporter :umar mukhtar/ Redaktur : Ani Nursalikah
Arab Saudi Minta Warga Taat Protokol Kesehatan. Arab Saudi mulai mengembangkan layanan kesehatan tanpa turun (lantatur/drive-thru) untuk memastikan terjaganya jarak sosial bagi pasien yang mengidap penyakit kronis di Jeddah.
Arab Saudi Minta Warga Taat Protokol Kesehatan. Arab Saudi mulai mengembangkan layanan kesehatan tanpa turun (lantatur/drive-thru) untuk memastikan terjaganya jarak sosial bagi pasien yang mengidap penyakit kronis di Jeddah.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pemerintah Arab Saudi meminta warganya mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus Covid-19. Hal ini lantaran angka kasus harian Covid-19 di negara tersebut meningkat hingga melebihi 4.000 untuk pertama kalinya.

 

Baca Juga

Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan 4.233 kasus virus corona baru. Dengan demikian, total kasus menjadi 127.541 dengan 972 kematian, tertinggi di antara enam negara Teluk Arab, sebagaimana dilansir dari Middle East Eye yang mengutip laporan Reuters, Senin (15/6).

"Ada dua jalan di depan kita. Tingkat infeksi rata-rata mengalami kenaikan jika orang terus tidak patuh atau kita bisa menurunkannya kembali," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Kedutaan Yaman di Riyadh, Arab Saudi pun ditutup tanpa batas waktu di tengah beberapa kasus yang dikonfirmasi terkait virus corona di antara stafnya. Selain itu, Kedutaan Filipina di Arab Saudi juga telah mengumumkan penutupan kantor setelah pengujian Covid-19 terhadap karyawan dan enam orang dipastikan positif.

Kantor tersebut sedang disterilkan dan karyawan bekerja dari jarak jauh, menurut pernyataan Kedutaan Filipina. Pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan jam malam kembali di kota pelabuhan Laut Merah Jeddah pada 5 Juni dan menangguhkan aktivitas pekerjaan di kantor selama dua pekan karena jumlah infeksi di sana meningkat.

"Kami akan campur tangan atau menerapkan langkah-langkah tambahan di wilayah mana pun yang membutuhkannya," kata juru bicara Kemenkes Arab Saudi saat jumpa pers virtual.

Di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, tercatat lonjakan terbesar dalam 24 jam terakhir, dengan 1.735 lebih banyak infeksi, diikuti oleh Jeddah dan kota suci Mekkah, dengan masing-masing lebih dari 300. Arab Saudi memiliki populasi sekitar 30 juta.

Seruan Arab Saudi itu menyusul peringatan serupa di Iran. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Iran akan memberlakukan kembali pembatasan untuk membendung lonjakan kasus virus corona jika protokol kesehatan tidak dipatuhi. Setelah secara bertahap mengendurkan pembatasan, Iran malah mengalami peningkatan kasus baru Covid-19.

 

 

widget->kurs();?>