Rabu 17 Jun 2020 13:03 WIB

CSR MUJ Sasar Warga Jabar yang Tak Tersentuh Bansos

MUJ menggandeng beberapa yayasan dalam penyaluran paket sembako di setiap daerahnya.

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
BUMD PT MUJ, menyerahkan bantuan CSR ratusan ribu handsanitizer pada Ketua Umum Jabar Bergerak, Atalia Praratya.
Foto: Istimewa
BUMD PT MUJ, menyerahkan bantuan CSR ratusan ribu handsanitizer pada Ketua Umum Jabar Bergerak, Atalia Praratya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--PT Migas Hulu Jabar (MUJ) melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk warga terdampak Covid-19 di Jawa Barat. Bantuan berupa paket sembako ini menyasar 15 kabupaten/kota di 25 titik di Jawa Barat. Program tanggung jawab sosial perusahaan ini menitikberatkan kepada warga yang belum tersentuh bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. 

Menurut Direktur Utama PT MUJ Begin Troys, program utama CSR Covid-19 ini dalam rangka mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menyalurkan bansos. Program ini juga, mewujudkan peran perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat untuk penanggulangan warga terdampak Covid-19. 

“Jawa Barat ini luas, jumlah penduduknya 49 juta. Yang terdampak pandemik global ini tidak bisa ditangani satu pihak dalam hal ini pemerintah saja. Sehingga kami membantu program Pak Gubernur Jabar Ridwan Kamil dengan terjun mewujudkan kepedulian kita dalam rangka penanggulangan Covid-19 ini terhadap warga yang terdampak langsung,” ujar Begin dalam keterangan resmi MUJ kepada wartawan, Rabu (17/6).

Menurutnya, MUJ menggandeng beberapa yayasan dalam penyaluran paket sembako di setiap daerahnya. Penyaluran merujuk pemetaan sebelumnya agar warga yang dibantu tepat sasaran. Paket tersebut sudah didistribusikan sejak 17 Mei lalu dimulai dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan diakhiri Juni 2020 ini. 

Selanjutnya,  bantuan dilanjutkan ke Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Garut, Kota Banjar, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor. “Paket ini kalau ditotal mencapai 6.000 dimana setiap satu daerah ada yang 300 paket sampai 400 paket, jika dinominalkan bantuan ini mencapai Rp 800 juta,” kata Begin.

Menurut Begin, bantuan sebelumnya telah tersalurkan Rp 1 miliar melalui Jabar Quick Response (JQR).  Bantuan juga menyasar kepada mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung akibat anjuran pemerintah yang tidak memperbolehkan mudik di masa pandemi. Kebutuhan para mahasiswa perantau di Kota Bandung diberikan berupa sembako, paket internet dan juga sejumlah uang tunai. “Bantuan kita menyesuaikan juga dengan kebutuhan di lapangannya seperti apa, sehingga apa yang kita berikan harus juga bermanfaat untuk penerima,” katanya.

Yusuf Bahtiar penanggung jawab penyaluran bantuan CSR MUJ di Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka mengatakan, bantuan dari MUJ selaku BUMD milik Pemprov Jabar ini sangat dimaksimalkan untuk masyarakat yang saat ini belum tersentuh bansos dari pemerintah. “Karena ada janda tua yang di rumah saja tidak bisa apa-apa akhirnya kita melakukan door to door atau jemput bola biar bantuannya langsung sampai,” kata Yusuf. 

Hal serupa disampaikan Indra Hermawan Pimpinan Bening Saguling Foundation. Lembaga yang ada di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat itu menyalurkan 400 paket bantuan titipan dari MUJ kepada warga terdampak Covid-19 di lingkungannya. Menurut Indra, bantuan dari MUJ memang sangat dibutuhkan dengan adanya situasi ekonomi yang sedang drop.  “Kita apresiasi sekali PT Migas Hulu Jabar karena masyarakat sangat membutuhkan sekali dengan kondisi seperti ini. Dengan ada bantuan dari MUJ sangat dirasakan besar manfaatnya,” kata Indra.  

Perlu diketahui Pemprov Jabar saat ini terus berupaya menanggulangi dampak  Covid-19 dengan penyaluran bantuan paket sembako. Menurut Ketua Divisi Logistik Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Mohammad Arifin Soedjayana, hingga kini pihaknya sudah menyalurkan 900 ribu paket bansos milik Provinsi Jawa Barat. Penyaluran bansos gelombang pertama hampir rampung. “Posisi sekarang dari 1,6 juta penerima, 900 ribu yang sudah menerima bahan pokok. Dari Bulog juga sudah mengeluarkan 100 ribu paket per hari dan disalurkan melalui rekan-rekan dari Kantor Pos,” ujar Arifin.  

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya terus mendorong agar BUMD turut berkontribusi dalam penanganan Covid-19. Menurutnya sejumlah BUMD termasuk PT Migas Hulu Jabar sudah menunjukan peran aktif dalam memberikan bantuan pada institusi Gugus Tugas Covid-19 juga langsung pada warga terdampak. “Kontribusi BUMD dalam penanganan Covid-19 saya sangat apresiasi, di tengah situasi yang sulit kita semua bekerjasama bergerak melawan Covid-19,” katanya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement