Kamis 18 Jun 2020 23:24 WIB

LIPI Inovasi Alat Terapi Oksigen Beraliran Tinggi

Alat ini mencegah pasien tidak sampai gagal nafas.

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Muhammad Fakhruddin
LIPI Inovasi Alat Terapi Oksigen Beraliran Tinggi (ilustrasi).
Foto: BBC
LIPI Inovasi Alat Terapi Oksigen Beraliran Tinggi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan inovasi terhadap alat terapi oksigen beraliran tinggi. Alat terapi semacam ini saat ini sangat dibutuhkan untuk meringankan gejala pernafasan yang diderita pasien Covid-19.

"Alat yang juga dikenal sebagai High Flow Nasal Cannula (HFNC) adalah yang pertama berhasil lolos uji dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Kementerian Kesehatan," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono, dalam keterangannya Kamis (18/6).

Kepala Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, Haznan Abimanyu, menerangkan pengembangan High Flow Nasal Cannula ini merupakan hasil kerja sama riset antara LIPI dan PT. Gerlink Utama Mandiri dalam bentuk kolaborasi pengembangan produk dan pemasarannya.

"Kami berharap banyak pihak yang mendukung, sehingga dapat menekan biaya produksi sekaligus membantu distribusi ke seluruh rumah sakit yang membutuhkan," kata Haznan.

Ketua Kelompok Penelitian Otomasi Industri Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, Hendri Maja Saputra mengungkapkan, alat ini diberi nama Gerlink LIPI High Flow Nasal Cannula-01 (GLP HFNC-01). Ini merupakan salah satu dari jenis produk anestesi terbaik kelas 2B, yaitu High Flow Humidifier Oxygen Device atau alat terapi oksigen beraliran tinggi.

"Alat ini sangat berguna untuk pasien Covid-19 untuk tahap awal jika pasien masih dalam kondisi dapat bernafas sendiri. Alat ini mencegah pasien tidak sampai gagal nafas dan tidak harus diinkubasi menggunakan ventilator invasif," kata Hendri.

Riset ini telah dilakukan sejak April 2020. Hasil riset kemudian menghasilkan produk nasal cannula atau alat bantu pernafasan untuk menyalurkan oksigen melalui selang yang bening transparan dan lentur.

Secara teknis, Hendri menjelaskan, sistem kerja alat ini adalah aliran tinggi menggunakan sistem tabung venturi yang berbasis pada penyempitan aliran masuk. "Produk ini diharapkan dapat membantu penyembuhan pasien Covid-19 baik yang berstatus ODP, PDP, maupun pasien positif," kata dia.

Selain itu, alat ini tidak hanya dapat digunakan untuk pasien anak, tetapi juga pasien dewasa dengan berbagai macam ukuran nasal cannula. Alat ini dapat diproduksi 100 unit per bulan yang dapat digunakan di fasilitas kesehatan ataupun digunakan langsung oleh masyarakat umum.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement