12 Rabiul Awwal 1442

80 Persen Warga Arab Saudi Diklaim Butuh Jalan-Jalan

Sabtu , 20 Jun 2020, 16:07 WIB Reporter :Rizky Surya/ Redaktur : Christiyaningsih
Pasangan suami isteri di Arab Saudi. Warga Arab Saudi telah bosan berbulan-bulan tak bisa ke mana-mana. Ilustrasi.
Pasangan suami isteri di Arab Saudi. Warga Arab Saudi telah bosan berbulan-bulan tak bisa ke mana-mana. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Menteri Pariwisata Arab Saudi Ahmed Al-Khatib menyebut warga Saudi menyambut baik keputusan pemerintah membuka lagi wisata domestik. Warga Saudi telah bosan berbulan-bulan tak bisa ke mana-mana karena pandemi corona.

 

Baca Juga

Al-Khatib menyebut pihaknya menyiapkan program wisata domestik bagi pelancong untuk menyambut musim panas. Hal ini juga mendukung keputusan pemerintah Saudi yang kembali berkegiatan normal pada 21 Juni. Dengan demikian tak ada lagi pemberlakuan jam malam, kecuali di Makkah.

"Kami siapkan program wisata musim panas. Ada banyak paket yang bisa dipilih," kata Al-Khatib dilansir Al-Arabiya pada Jumat (19/6).

Al-Khatib mengatakan pihaknya telah mengadakan penelitian untuk menyikapi potensi wisata di tengah corona. "Ternyata 80 persen warga Saudi ingin wisata domestik saja. Mayoritas mereka tak ingin wisata ke luar negeri," lanjut Al-Khatib.

Nantinya program wisata yang disiapkan pemerintah tetap mempertimbangkan arahan Kemenkes Saudi dan otoritas lain. Tujuannya mencegah penularan corona di kalangan pelancong.

Diketahui, pandemi corona memang memukul telak pariwisata dunia termasuk di Saudi. Al-Khatib menyebut ada 80 juta orang pekerja di bidang wisata yang berisiko kehilangan mata pencaharian.

"Kami terus berupaya menemukan solusi atas masalah di dunia wisata sekaligus bagaimana menstimulasinya lagi," ucap Al-Khatib.

 

widget->kurs();?>