Rabu 24 Jun 2020 19:55 WIB

Melawan Upaya Penghilangan Identitas Muslim Jalaluddin Rumi

Sebagian publik Barat hendak mengilangkan identitas Muslim Jalaluddin Rumi.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nashih Nashrullah
Sebagian publik Barat hendak mengilangkan identitas Muslim Jalaluddin Rumi. Jalaluddin ar-Rumi (ilustrasi).
Foto: quantummethod.org
Sebagian publik Barat hendak mengilangkan identitas Muslim Jalaluddin Rumi. Jalaluddin ar-Rumi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Mowlana Jalal ad-Din Muhammad Rumi atau di Indonesia disebut Jalaluddin Rumi dikenal sebagai pemikir Islam. Rumi juga dianggap pelopor sufisme. Namun apa sebenarnya agama yang dianut Rumi? 

Peneliti sekaligus penerjemah Sharghzadeh dan Zirrar meluncurkan kampanye Rumi Was Muslim (Rumi Seorang Muslim) secara daring. Keduanya ingin membersihkan nama pemikir asal Persia itu. 

Baca Juga

Keduanya menyadari ada kesalahan pemahaman yang bermula dari kesalahan penerjemahan karya Rumi. Bahkan tak sedikit dari karya Rumi justru difabrikasi demi kepentingan pihak tertentu.

Kedua menekankan pentingnya membersihkan identitas keagamaan Rumi karena namanya kian santer di dunia barat. Karya Rumi mendapat sambutan hangat di Amerika Serikat. Bahkan puisi Rumi terjual paling banyak di Amerika pada 2014.

Walau Rumi merupakan pemikir abad ke-13, tapi karyanya masih relevan saat ini. Alhasil, tokoh publik seperti Ivanka Trump dan Even Drake mengutip karya Rumi. Beyonce bahkan menamai anaknya Rumi.

"Banyak karya Rumi diterjemahkan akademisi barat dengan mengubah penyebutan Rumi tentang Islam," kata Sharghzadeh dilansir dari The New Arab pada Rabu (24/6).

Sharghzadeh menyayangkan ada upaya sengaja menerjemahkan karya Rumi dengan menghilangkan jejak keislamannya. Sebagian karya Rumi yang mencantumkan kata kafir juga diganti. Jejak Rumi yang dekat dengan budaya di dunia Islam pun dikikis.

Padahal Sharghzadeh yakin konteks dan sejarah seputar karya Rumi sejalan dengan identitas keislamannya. Fakta ini menurut Sharghzadeh sengaja dihilangkan. Yang ramai justru kutipan fabrikasi Rumi seperti "Saya tak punya agama".

"Kami berkampanye tujuannya agar publik tahu kesalahan terjemahan dan fabrikasi karya Rumi di internet. Kami juga ingin menerjemahkan karya Rumi secara akurat sesuai konteks dan keislamannya," ujar Sharghzadeh. 

 

Sumber: https://english.alaraby.co.uk/english/society/2020/6/16/how-islam-was-erased-from-rumis-poetry  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement