Jumat 10 Jul 2020 22:41 WIB

Jumlah Hewan qurban di Jabar Diprediksi Naik 30 Persen

Banyak masyarakat yang tak melaksanakan haji jadi berqurban di sini

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Fakhruddin
Petugas memeriksa suhu hewan qurban yang dijual di salah satu tempat penjualan hewan qurban di Kota Tasikmalaya, Kamis (9/7).
Foto: Republika/Bayu Adji P.
Petugas memeriksa suhu hewan qurban yang dijual di salah satu tempat penjualan hewan qurban di Kota Tasikmalaya, Kamis (9/7).

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Pemprov Jabar, meminta semua masyarakat menggelar pemotongan hewan qurban, dengan memperhatikan protokol kesehatan. Menurut Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, Jafar Ismail, tahun kemarin jumlahnya mencapai 331 ribu ekor. 

Jafar mengatakan, dalam kondisi normal, naik 30 persen. Tapi, di masa pandemi Covid-19 ini, memprediksi masyarakat yang akan berqurban lebih banyak. "Kemungkinan tahun ini lebih banyak. Karena kan banyak masyarakat yang tak melaksanakan haji jadi berqurban di sini," ujar Jafar dalam konferensi pers di Gedung Sate, Jumat (10/7).

Menurut Jafar, berdasarkan laporan kabupaten/kota, kebanyakan masyarakat berqurban hewan domba, hampir 62 persen. Kemudian, sapi, kambing, dan ada juga sedikit yang berqurban kerbau. 

"Kami sudah menyiapkan dengan para peternak. Insya Allah bisa memenuhi permintaan masyarakat yang akan berqurban," kata Jafar seraya mengatakan, selain dari Jabar, ia mengambil hewan tersebut dari Lampung dan Jateng.

Saat ditanya tentang protokol kesehatan dalam pelaksanaan qurban, menurut Jafar, sejak dari penjual protokol kesehatan sudah diterapkan. Misalnya, semua penjual harus mendapatkan rekomendasi tempat berjualan dari kabupaten/kota. 

"Jadi, harus pakai protokol kesehatan baik penjual maupun pembeli. Kalau bisa pembeliannya secara online jadi ga datang dan pembayaran dengan non tunai," katanya.

Kemudian, kata dia, saat penyembelihan, harus diusahakan panitia seminimal mungkin. Petugas yang memotong pun, peralatannya tak boleh saling berpindah tangan. Semua  petugas, tetap gunakan masker dan cuci tangan. Di setiap tempat penyembelihan, harus disiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer

"Kemudian yang akan berqurban,  diharapkan tak datang. Panitia harus menyediakan video call jadi hadir di tempat penyembelihan," katanya. 

Setelah disembelih, kata dia, proses penyembelihan dan pembagiannya tak boleh lebih dari 4 jam. Kalau lebih, dagingnya harus disimpan ke kulkas atau dibekukan. 

"Pembagian pakai plastik transparan. Tak ada pembagian di tempat pemotongan walaupun daerah hijau, semua harus dibagikan langsung ke rumah-rumah," katanya.

Untuk mengawasi proses penyembelihan hewan kurban, kata dia, tim menurunkan pengawas sebanyak 735 orang. Yakni, ada dokter hewan, perhimpunan dokter hewan, dan perguruan tinggi.

"Ada juga, petugas kesehatan yang melatih juru sembelih halal. Jadi, bisa memeriksa sebelum dan sesudah penyembelihan," katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement