Senin 13 Jul 2020 19:47 WIB

Mahfud: Silakan Sholat Idul Adha dengan Protokol Kesehatan

Sholat Idul Adha boleh dilakukan di tempat ibadah, lapangan, maupun di masjid.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Fakhruddin
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mohammad Mahfud MD.
Foto: Republika/Abdan Syakura
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mohammad Mahfud MD.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengatakan, sholat Idul Adha boleh dilakukan di tempat ibadah, lapangan, maupun di masjid. Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam melaksanakannya.

"Silakan berhari raya dengan khusyuk sesuai dengan syariah kualitasnya. Tetapi juga protokol kesehatan yang tentukan oleh negara supaya bisa dilakukan," ujar Mahfud usai rapat terbatas virtual bersama empat menteri koordinator dan kementerian lembaga terkait, Senin (13/7).

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan, presiden berpesan agar fokus pada perang melawan Covid-19 jangan sampai mengabaikan penanganan sektor keamanan. Itu berhubungan dengan perayaan Idul Adha yang berlangsung ditengah pandemi Covid-19.

Mahfud menyampaikan, sholat Idul Adha boleh dilakukan di tempat ibadah, lapangan, maupun di masjid. Meski begitu sangat diharapkan sholat dilaksanakan di lingkungan terbatas, misalnya di kompleks, di sekolah, dan di kampung dengan jumlah terbatas.

Menurut dia, dalam rapat yang berlansung secara virtual tersebut semua menteri teknis melaporkan kesiapannya dalam menyambut hari raya Idul Adha pada akhir bulan Juli. Menteri Agama, kata dia, sudah menyiapkan protokol peribadatan yang praktis dan aman, tanpa mengurangi ketentuan syar'i.

"Menteri perhubungan sudah menyiapkan transprotasi yang aman, Kapolri sudah menyiapkan berbagai program untuk pengamanan mengatasi berbagai tindak kriminal dan kejahatan terorisme misalnya. Menteri Perekonomian menyiapkan bahan bahan pokok yang diperlukan. Menteri pertanian juga melaporkan ketersediaan hewan qurban," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement