Rabu 15 Jul 2020 14:25 WIB

Masjid dan Surau di Malaysia Boleh Pasang Tenda

Pemasangan tenda di masjid Malaysia untuk memperluas area sholat.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah
Masjid dan Surau di Malaysia Boleh Pasang Tenda. Umat Muslim mengenakan masker dan menerapkan jarak sosial berdoa di dalam Masjid Nasional, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (15/5). Malaysia melonggarkan aturan larangan sholat jamaahl di masjid-masjid saat pandemi virus corona
Foto: REUTERS / Lim Huey Teng
Masjid dan Surau di Malaysia Boleh Pasang Tenda. Umat Muslim mengenakan masker dan menerapkan jarak sosial berdoa di dalam Masjid Nasional, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (15/5). Malaysia melonggarkan aturan larangan sholat jamaahl di masjid-masjid saat pandemi virus corona

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Menteri Senior Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan, pemerintah mengizinkan pemasangan tenda di masjid dan surau. Perizinan itu diharapkan bisa berguna untuk memberi lebih banyak ruang saat sholat berjamaah dan ibadah Idul Adha 1441 H.

Dia menegaskan, pendirian tenda di masjid dan surau hanya bisa dilakukan di wilayah yang patuh pada Standar Operasional Prosedur (SOP) kesehatan. "Ketika kami membiarkan kapasitas sesuai dengan ukuran masjid dan surau, kami juga memperbolehkan sholat dilakukan di sepanjang koridor masjid, asalkan jarak sosial tetap dipertahankan,’’ ujar dia seperti dikutip Bernama, Rabu (15/7).

Baca Juga

Namun demikian, jika nyatanya langkah itu masih kurang, maka pendirian tenda masih bisa dilakukan. Asalkan, ada kemampuan melakukan SOP kesehatan di masjid atau surau. Termasuk di antaranya adalah penyaringan suhu badan, registrasi, dan pemberlakuan jarak aman.

Dalam langkah itu, kata Ismail, fleksibilitas yang dilakukan juga berguna meningkatkan kapasitas sholat Jumat dan sholat berjamaah lainnya, sesuai ruang yang tersedia. Dia menambahkan, penyesuaian tersebut juga akan diberlakukan untuk rumah ibadah lainnya, terutama, yang tunduk pada ketentuan SOP kesehatan.

"Untuk upacara keagamaan Kristen di gereja-gereja yang dilakukan dalam berbagai bahasa, mereka harus bergiliran menggelar kebaktian," katanya.

Mengomentari kasus supermarket yang tidak menyediakan hand sanitizer dalam keadaan siaga, Ismail menyatakan tempat tersebut dan tempat serupa lainnya yang melakukan pelanggaran, akan diberi pemberitahuan. Bahkan, lebih parah akan ditutup.

"Tiga syarat utama adalah memeriksa suhu tubuh, mencatat rincian pribadi dan memberikan pembersih tangan, jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka tempat itu telah melanggar SOP," ungkap dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement