18 Rajab 1442

Taman Tsaqifah Bani Saidah Saksi Perdebatan Pasca Rasulullah

Jumat , 17 Jul 2020, 20:26 WIB Reporter :Zainur Mahsir Ramadhan/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Penampakan Saqifah Bani Sa
Penampakan Saqifah Bani Sa

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketika mengunjungi Kota Madinah, ada satu taman bersejarah bagi umat Muslim di dekat Masjid Nabawi. Taman Tsaqifah bani Saidah, disebut-sebut sebagai lokasi tempat berkumpulnya kaum Anshar ketika membicarakan pengganti Rasulullah, sesaat Nabi Muhammad meninggal.

Dalam pembicaraannya, pucuk kepemimpinan Islam selepas meninggalnya Rasulullah SAW, mendapat banyak perdebatan di sana.

Pada saat itu, diceritakan kaum Anshar yang berdebat dengan Muhajirin terkait pengganti pimpinan Muslim. Bahkan, dalam perdebatan itu, ada arah pembicaraan yang menjurus pada perpecahan umat Muslim.

Walaupun pada akhirnya, disepakati bahwa Khalifah Abu Bakar adalah pengganti kepemimpinan Muslim pasca Nabi Muhammad SAW wafat. Mengutip buku Tempat-tempat ziarah di Madinah karangan M Julius, di Taman Tsaqifah pula Abu Bakar diangkat sebagai khalifah.

Jika sedang berada di sekitar Masjid Nabawi, lokasi taman tersebut tak terlalu jauh. Letaknya, ada di arah Tenggara Masjid Nabawi, tepatnya, di luar pagar Masjid Nabawi dekat toilet nomor delapan dan di depan perpustakaan Madinah.

Persetujuan dipilihnya Abu Bakar sebagai Khalifah pertama saat itu bukan tanpa alasan. merujuk pada buku Tarikh Khulafa: Sejarah Para Khalifah tulisan Imam As-Suyuthi, disebutkan berbagai pandangan para sahabat pada Abu Bakar.

Bahkan, Tamam ar-Razi dalam Al-Fawa’id dan Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, ia berkata, ‘’Aku mendengar Rasulullah bersabda: ‘’Jibril menemuiku dan berkata: ‘Sesungguhnya, Allah memerintahkan engkau untuk meminta pendapat Abu Bakar’.’

Hal itu mengingat riwayat dari Imam ath-Thabrani, Abu Nu’aim, dan lainnya yang meriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal yang berkata bahwa sewaktu mengutus Mu’adz ke Yaman, Rasulullah minta pendapat dari para sahabatnya, di antaranya adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair dan Usaid bin Hudair.

Sesaat meminta persetujuan Mu’adz dalam utusan itu, ia berkata pada Rasulullah, ‘’Aku sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Abu Bakar."

Hingga akhirnya Nabi Muhammad bersabda: ‘’Sesungguhnya, Allah tidak suka di atas langit-Nya ada yang menyalahkan Abu Bakar.’’

Lebih jauh, di riwayat Abu Laila, ia berkata bahwa Ali juga mengatakan, ‘’Siapa saja orang yang menganggapku lebih baik daripada Abu Bakar akan ku hukum dengan sanksi pelaku zina.’’ (Maksudnya 80 kali dera).

Tak hanya itu, Ad-Dailami dalam Musnad al-Firdaus dan Ibnu Asakir meriwayatkan dari Samurah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, ‘’Aku diperintahkan untuk mewakilkan mimpi dan diperintahkan untuk mengajarkannya kepada Abu Bakar.’’

 

widget->kurs();?>