Bagian Bawah Kain Kiswah Ka'bah Diangkat

Kamis , 23 Jul 2020, 02:03 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Muhammad Hafil
Bagian Bawah Kain Kiswah Ka'bah Diangkat. Foto ilustrasi: Kabah dengan kain penutupnya, kiswah, yang mulai terangkat bagian ujung bawahnya.
Bagian Bawah Kain Kiswah Ka'bah Diangkat. Foto ilustrasi: Kabah dengan kain penutupnya, kiswah, yang mulai terangkat bagian ujung bawahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Otoritas Makkah telah mengangkat bagian bawah kain penutup Ka'bah atau Kiswah. Ini dilakukan untuk menandai datangnya bulan Islam yang baru yaitu Dzulhijjah sekaligus sebagai tanda bahwa musim haji akan datang. Ibadah haji 2020 tetap dilaksanakan tetapi secara terbatas di tengah pandemi Covid-19.

 

Terkait

Proses pengangkatan bagian bawah kiswah dilakukan pada menit-menit pertama bulan baru Dzulhijjah yang jatuh pada Rabu (22/7), dilansir dari Al Arabiya, Rabu (23/7). Bagian bawah kiswah ini biasanya diangkat pada jauh hari sebelum pelaksanaan ibadah haji atau sebelum jamaah haji berdatangan menuju tempat-tempat suci.

Baca Juga

Pengangkatan bagian bawah kiswah itu dihadiri oleh Presiden Umum untuk Masjid Suci dan Masjid Nabawi Dr Abdul Rahman Al Sudais beserta 50 orang lainnya. Kiswa terbuat dari sekitar 670 kilogram sutra mentah yang diwarnai hitam, 120 kilogram benang emas, dan 100 kilogram benang perak. Ayat-ayat Alquran dijahit ke kain hitam dengan benang berlapis emas.

Setiap tahunnya, penjaga pintu Kabah mengemban tugas untuk mengganti kain hitam sutra yang disulam dengan emas itu. Proses mengganti Kiswah akan berlangsung pada hari kedua haji di mana haji 2020 ini akan digelar pada 29 Juli mendatang. Penggantian Kiswah ini ada di bawah pengawasan Syekh Dr. Abdulrahman bin Abdulaziz Al Sudais.

Kiswah yang baru akan dipasang menggantikan kiswah yang lama pada pagi hari 9 Dzulhijjah, seperti tradisi yang berlaku tiap tahunnya saat jamaah haji tengah menuju ke Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Otoritas di Makkah telah menetapkan beberapa pedoman kesehatan dan keselamatan dalam persiapan untuk haji mendatang yang diadakan dalam kapasitas terbatas tahun ini mengingat pandemi virus corona.

Arab Saudi akan memperbolehkan ziarah haji secara terbatas tahun ini karena risiko pandemi Covid-19 yang berkelanjutan. Pihak berwenang pun membatasi jumlah jamaah haji 2020 menjadi hanya 10 ribu sesuai dengan masalah keamanan terkait pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini