Rabu 29 Jul 2020 17:39 WIB

Beberapa Pertanyaan tentang Badal Haji

Beberapa Pertanyaan tentang Badal Haji

Beberapa Pertanyaan tentang Badal Haji. Foto: Seorang petugas haji memperlihatkan sertifikat badal haji yang telah siap diberikan kepada keluarga jamaah haji Indonesia
Foto: antarafoto
Beberapa Pertanyaan tentang Badal Haji. Foto: Seorang petugas haji memperlihatkan sertifikat badal haji yang telah siap diberikan kepada keluarga jamaah haji Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Badal haji adalah menghajikan orang lain dan hukumnya boleh dengan ketentuan bahwa orang yang menjadi wakil harus sudah melakukan haji wajib bagi dirinya dan yang diwakili (dihajikan itu) telah mampu untuk pergi haji tetapi dia tidak dapat melaksanakan sendiri karena sakit yang tidak dapat diharapkan sembuhnya. (Udzur Syar'i) yang menghilangkan istitha'ahnya (kemampuannya) atau karena meninggal dunia setelah dia berniat haji.

Orang laki-laki boleh mengerjakan untuk laki-laki dan perempuan, demikian pula sebaliknya. Di utamakan yang mengerjakan itu adalah keluarganya.

Baca Juga

Apa syarat orang yang melakukan badal haji?

Syarat orang yang  melakukan badal haji  adalah dia  harus memenuhi  syarat  wajib haji  dan  sudah  haji untuk dirinya.

Apakah boleh laki-laki membadalkan perempuan atau sebaliknya?

Boleh, laki-laki boleh membadalkan perempuan dan sebaliknya.

Apakah yang  menjadi  wakil  dalam  badal haji  harus keluarga?

Orang yang menjadi wakil badal haji diutamakan adalah keluarga yang  berangkat dari  tempat tinggal orang  yang  dibadali.  Namun  juga bisa dilakukan  oleh  orang  lain  dengan  cara  keluarganya melakukan perjanjian sesuai kesepakatan dengan orang tersebut.

Sumber: Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2020 Kemenag / Kemenag.go.id

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement