Kementerian Transportasi Saudi Lakukan Perawatan Jalur Haji

Rabu , 29 Jul 2020, 19:09 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Kementerian Transportasi Saudi Lakukan Perawatan Jalur Haji. Foto: Jalur pejalan kaki yang akan dilewati jamaah haji menuju Muzdalifah, Senin (5/8) sore.
Kementerian Transportasi Saudi Lakukan Perawatan Jalur Haji. Foto: Jalur pejalan kaki yang akan dilewati jamaah haji menuju Muzdalifah, Senin (5/8) sore.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Kementerian Transportasi (MOT) Arab Saudi mengonfirmasi melakukan perawatan jalan untuk pelaksanaan haji 2020. Pekerjaan pemeliharaan jalan utama menuju Makkah sepanjang 491 km ini telah selesai dilakukan.

 

Terkait

Pekerjaan pemeliharaan ini diketuai oleh Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, guna memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji dari dan menuju Makkah.

Baca Juga

Dilansir di Construction Week Online, Rabu (29/7), pemeliharaan preventif yang dilakukan pada beberapa jalan utama menuju Makkah Al Mukaramah, meliputi Jalan Raya Al Madinah, Jalan Raya Jeddah, Jalan Old Jeddah, Jalan Al Sail, Jalan Al Hada dan Jalan Al Layth.

Pekerjaan pemeliharaan yang dimaksud termasuk penerangan, perluasan jembatan, perbaikan pagar, pengikisan dan pengaspalan. Selain itu, dilakukan perawatan rambu-rambu arah, rambu-rambu jalan, penyangga rambu-rambu jalan, cat warna, cat eye atau mata kucing, konstruksi penghalang beton dan logam, serta pagar kabel.

Selain bekerja di jalan-jalan utama, feri Wadi Ash Shu'bah juga mulai beroperasi.

Menteri Transportasi Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser, mengonfirmasi kesiapan semua fasilitas dan instalasi untuk haji. Ia menyebut kerjasama dari seluruh pengguna transportasi penting untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan yang diperlukan terhadap Covid-19.

Saat ini, jamaah haji sedang berada di Makkah dan melaksanakan thawaf Qudum. Dengan menggunakan masker, bahkan tak jarang membuka payung mereka, jamaah haji bergerak mengelilingi Ka'bah di Masjidil Harah, Rabu (29/7). Dalam kelompok-kelompok kecil, mereka memulai ibadah haji setelah berhari-hari menjalani karantina mandiri.

Dilansir di Euro News, Rabu (29/7), untuk pelaksanaan ibadah haji tahun ini, jamaah haji berjalan secara terpisah, alih-alih bahu-membahu. Tindakan jaga jarak ini dilakukan mengingat dunia sedang menderita wabah Covid-19.

Jamaah bergerak dalam kelompok kecil yang terdiri dari 20 orang. Sekitar 1.000 orang yang sudah tinggal di Arab Saudi dipilih untuk ambil bagian dalam ibadah haji tahun ini. Dua pertiga jamaah merupakan penduduk asing dari 160 kebangsaan berbeda yang biasanya diwakili pada ibadah haji. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini