4 Rabiul Awwal 1442

1.000 Jamaah Haji Berdoa dan Merenung di Lembah Mina

Rabu , 29 Jul 2020, 22:54 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
1.000 Jamaah Berkumpul di Lembah Mina (ilustari).
1.000 Jamaah Berkumpul di Lembah Mina (ilustari).

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH -- Sekitar 1.000 jamaah haji berkumpul di Lembah Mina di luar Makkah, Rabu (29/7). Mereka berkumpul untuk memulai perjalanan spiritual sekali seumur hidup mereka.

 

Hari Tarwiyah menandai awal pelaksanaan haji. Tidak ada ritual besar, sehingga para peziarah akan menghabiskan waktu mereka berdoa dan merenung sampai matahari terbit, Kamis (30/7) esok.

Mina, berada 7 km timur laut dari Masjidil Haram di Makkah dan batas-batasnya. Biasanya, lokasi ini akan menjadi situs kota tenda terbesar di dunia, menampung sekitar 2,5 juta peziarah.

Namun, partisipasi jamaah haji tahun ini dibatasi untuk mengekang penyebaran pandemi Covid-19. Para peziarah yang mendapatkan izin merupakan warga Saudi atau ekspatriat yang tinggal di Kerajaan Saudi.

Mereka yang dipilih untuk ambil bagian dalam haji tahun ini dikenakan pemeriksaan suhu dan ditempatkan di karantina setelah tiba di Makkah. Petugas kesehatan ditugaskan untuk membersihkan barang-barang mereka.

Staf kesehatan dan keselamatan dibekali alat disinfektan bertugas membersihkan area di sekitar Ka'bah. Ka'bah merupakan struktur di tengah Masjidil Haram yang dibungkus kain bersulam emas, dan menjadi arah orang Muslim di seluruh dunia berdoa.

Dilansir di Arab News, tahun ini otoritas haji menutup akses mendekat ke Ka'bah. Jamaah juga tidak diizinkan untuk menyentuh Ka'bah, untuk membatasi kemungkinan infeksi.

Otoritas haji telah mendirikan pusat kesehatan khusus, klinik keliling dan ambulans untuk merawat para peziarah. Selama pelaksanaan haji, jamaah diminta untuk mengenakan masker dan mematuhi jaga jarak sosial.

Semua jamaah haji juga diharuskan untuk melakukan tes Covid-19 sebelum tiba di Makkah. Sebelum dan sesudah pelaksanaan haji, jamaah diwajibkan melakukan karantina mandiri.

Peziarah diberi perlengkapan kenyamanan, mencakup kerikil yang sudah disterilkan untuk ritual lempar Jumrah, cairan penyanitasi tangan, masker, sajadah, serta ihram atau pakaian putih mulus yang dikenakan oleh para peziarah selama haji.

"Tidak ada masalah terkait keamanan dalam ibadah haji ini, tetapi langkah pencegahan diambil untuk melindungi peziarah dari bahaya pandemi," kata Direktur Keamanan Publik Arab Saudi, Khalid bin Qarar Al-Harbi, dilansir di Arab News, Rabu (29/7).

Kamis (30/7) esok, para peziarah akan melakukan perjalanan ke Arafat untuk mendengarkan khotbah, puncak haji. Kemudian, jamaah bergerak ke Muzdalifah dan bermalam, sebelum kembali ke Mina untuk ritual Jamarat.

Zaker Kareem dan Saifullah Al-Mohammedani, merupakan dua jamaah diantara mereka yang berada di Mina sejak Selasa (28/7). Dua teman dari Iran ini bertemu di Universitas di Madinah enam tahun yang lalu, serta tinggal di Kerajaan Saudi.

Al-Mohammedani sedang menyelesaikan tahun terakhirnya di universitas. Mereka berdua mendaftarkan nama mereka di portal haji secara bersamaan.

"Saya memeriksa portal sepanjang waktu untuk melihat apakah aplikasi saya diterima atau tidak. Saya senang ketika melihat mendapat izin. Saya menelepon Zaker dan dia memberi tahu saya bahwa dia juga diterima," kata Al-Mohammedani.

Seorang peziarah Azerbaijan yang tinggal dan bekerja di Jubail, Zelkin, mengatakan ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Saudi atas kesempatan ini, terutama pada kondisi yang sulit.

“Saya tahu sangat sulit, ketika ada penyakit Covid-19 di mana-mana, serta membuat pengaturan semacam ini dalam waktu yang singkat," kata dia.

Ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia alami saat ini. Pelaksanaan haji merupakan kesempatan sekali seumur hidup. "Ini bukan keberuntunganku, ini kehendak Allah dan kamu harus mengikuti kehendaknya," lanjutnya. 

 

Sumber: https://www.arabnews.com/node/1711491/saudi-arabia

 

widget->kurs();?>