Apakah Tawaf Wada?

Senin , 03 Aug 2020, 09:33 WIB Redaktur : Muhammad Hafil
Tawaf wada di masjidil Haram Mekkah (ilustrasi).
Tawaf wada di masjidil Haram Mekkah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Tawaf wada’  merupakan penghormatan akhir kepada  baitullah. Menurut Imam Abu Hanifah,  Imam Syafi’i, Imam  Ahmad, dan  kebanyakan  ulama,  hukum tawaf wada’ adalah wajib bagi jamaah haji yang akan meninggalkan  Makkah. 

 

Terkait

Jamaah yang meninggalkan tawaf wada’ dikenakan dam satu ekor kambing berdasarkan  hadis  Riwayat  Bukhari  Muslim  bahwa Nabi  SAW  memberikan rukhsah  (keringanan)  kepada perempuan yang haid untuk tidak tawāf wada’. Berdasar  hadist  ini disimpulkan  bahwa  hukum tawāf  wada’  adalah  wajib sebab rukhsah hanya berlaku dalam hal yang  wajib. 

Baca Juga

Perempuan yang haid  atau nifas tidak diwajibkan melakukan tawaf wada’. Penghormatan kepada Baitullah cukup dilakukan dengan berdoa di depan pintu  gerbang Masjid al-h}arām.  Menurut pendapat Imam Malik, Dawud, dan Ibnu Mundzir, hukum tawaf wada’ adalah sunah. Seseorang yang tidak mengerjakan tawaf wada’  tidak diharuskan

membayar  dam. Menurut  Imam  Malik,  orang  sakit atau użur dapat mengikuti pendapat ini.

Sumber: Tuntunan Manasik Haji dan Umroh Kemenag 2020