Cerita Jamaah Jepang Berhaji di Tengah Pandemi

Senin , 03 Aug 2020, 14:39 WIB Reporter :Zainur Mahsir Ramadhan/ Redaktur : Ani Nursalikah
Cerita Jamaah Jepang Berhaji di Tengah Pandemi. Sebuah foto selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi menunjukkan para jamaah haji berdoa selama Tawaf Al-Ifadah selama ritual simbolis
Cerita Jamaah Jepang Berhaji di Tengah Pandemi. Sebuah foto selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi menunjukkan para jamaah haji berdoa selama Tawaf Al-Ifadah selama ritual simbolis

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Melaksanakan ibadah haji di tengah pandemi memiliki keunikan tersendiri. Utamanya bagi jamaah asal Jepang, Zineb el Farissi dan suaminya Yasser el Farissi. 

 

Terkait

Mereka mengaku, seluruh rangkaian haji di tahun ini memang sangat berbeda, apalagi pengalaman yang didapat jauh di luar harapan. "Mendaftar haji tahun ini di tengah pandemi memang istimewa,” ujar mereka seperti dikutip Saudi Gazette, Senin (3/8).

Baca Juga

Mereka menceritakan, di awal pendaftaran, tidak ada keraguan sama sekali melakukan haji tahun ini. Meski ada banyak tindakan pencegahan dan persiapan yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi, mereka menegaskan, telah siap ikut serta ambil peran dari sisi jamaah.

“Alhamdulillah. Ketika kami diterima itu adalah sukacita yang sejati, dan kami sangat bersemangat mengambil bagian dalam perjalanan haji seumur hidup ini,’’ kata mereka.

Pasangan itu menambahkan, tak lama setelah diterima sebagai calon jamaah, ia dihubungi oleh pejabat di Kementerian haji, yang memberi penjelasan singkat tentang seluruh proses dengan cara yang sangat jelas. "Mereka membimbing kami melalui semua persiapan, dan memberi tahu kami tentang tindakan pencegahan yang harus kami ambil untuk haji,” ucapnya.

Tak berlangsung lama, pasangan itu juga kembali dihubungi oleh kementerian kesehatan untuk dibimbing mengenai langkah saat melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk vaksin meningitis dan uji virus corona. "Setelah ini, kami diminta mengikuti periode karantina ketat di rumah untuk memastikan keselamatan kami dan keselamatan peserta lainnya,” ujarnya.

Setelah bimbingan tersebut, pasangan itu pindah ke Makkah pada Sabtu (25/8) untuk menyelesaikan karantina di hotel. Beruntung, kata dia, selama masa itu, pemimpin tim dan berbagai pihak rajin berkomunikasi serta memberi dukungan di setiap hal. Hingga akhirnya, saat pelaksanaan ibadah haji, pasangan itu mengaku mendapat harapan jauh di luar ekspektasi.

“Semuanya dipersiapkan dengan baik dan dipikirkan. Kami merasa sangat diberkati karena terpilih untuk haji tahun ini dan kami sangat berterima kasih kepada Tuhan dan kepada Pemerintah Saudi untuk semua keramahtamahannya,” ungkap mereka.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini