24 Ramadhan 1442

Kisah Kekeliruan Manasik Haji Imam Hanafi Saat Tahalul

Senin , 03 Aug 2020, 22:06 WIB Redaktur : Muhammad Hafil
Kisah Kekeliruan Manasik Haji Imam Hanafi Saat Tahalul. Foto ilustrasi: Tahalul, mencukur rambut.
Kisah Kekeliruan Manasik Haji Imam Hanafi Saat Tahalul. Foto ilustrasi: Tahalul, mencukur rambut.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Saat menunaikan ibadah haji ke Makkah, Nu'man bin Tsabit atau Abu Hanifah atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Hanafi menceritakan, bahwa dia melakukan lima kekeliruan dalam manasik haji. Terutama, terkait saat dia hendak tahallul atau ketika mencukur rambutnya.

Kekeliruan itu dia ketahui dari seorang tukang cukur. Peristiwanya, Imam Hanafi bertanya berapa biaya cukurnya.

Tukang cukur itu menjawab, "Orang haji tak boleh menawar. Duduklah!" kata tukang cukur tersebut.

Imam Hanafi pun duduk tetapi melenceng dari arah kiblat. Maka, tukang cukur itu menghadapkannya ke arah kiblat.

Baca Juga

Kemudian, Imam Hanafi ingin mencukur dari sebelah kiri. Namun, tukang cukur itu justru meminta Imam Hanafi mendekatkan kepala bagian kanannya.

"Dekatkan bagian kanan kepalamu," kata tukang cukur itu.

Kemudian, Imam Hanafi terdiam saat tukang cukur melaksanakan pekerjaannya. Lalu, tukang cukur itu memerintahkan Imam Hanafi untuk bertakbir.

"Bertakbirlah!" kata si tukang cukur.

Imam Hanafi pun kemudian bertakbir sampai dia hendak pergi. Lalu, tukang cukur itu menanyakannya. "Mau kemana kamu?"

"Ambil kendaraan," jawab Imam Hanafi.

"Kerjakan shalat sunah dua rakaat dulu kemudian pergilah!" perintahnya.

Imam Hanafi kemudian berpikir bahwa orang seperti tukang cukur ini pasti memiliki ilmu. Lalu, dia pun bertanya dari siapa tukang cukur ini mempelajari apa yang dia perintahkan kepadanya.

"Aku melihat Atha bin Abu Rabah melakukan itu," jawab si tukang cukur.

Atha bin Abi Rabah, adalah seorang tokoh ulama ahli fikih, ahli tafsir dan perawi hadits dari golongan tabi'in, yang bertempat tinggal di Mekkah. Dia menjadi penuntut ilmu dari para sahabat Nabi, khususnya Jabir bin Abdullah al-Ansari, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair, dan lain-lain.

Atha di kemudian hari menjadi ulama yang luas pengetahuannya dan amat dihormati, hingga   dipercaya sebagai imam pemberi fatwa atas berbagai permasalahan penduduk Makkah. Para ulama yang menjadi muridnya antara lain Amru bin Dinar, Az-Zuhri, Qatadah, Malik bin Dinar, Al-A'masy, Al-Auza'i, dan lain-lain.

 

widget->kurs();?>