9 Rabiul Awwal 1442

Keutamaan Sholat Arbain 40 Waktu di Masjid Nabawi

Selasa , 04 Aug 2020, 20:57 WIB Reporter :Zainur Mahsir Ramadhan/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Keutamaan Sholat Arbain 40 Waktu di Masjid Nabawi (ilustrasi).
Keutamaan Sholat Arbain 40 Waktu di Masjid Nabawi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Pada gelombang pertama dan kedua ibadah haji, jamaah Indonesia mendapat waktu sekitar delapan hingga sembilan hari di Madinah. Waktu itu, biasanya akan didapat baik sebelum atau setelah ibadah haji.

 

Pada waktu tersebut, para jamaah kerap kali melaksanakan ibadah sholat Arbain di Masjid Nabawi. Namun, perlu diketahui bagaimana dan apa makna dari sholat tersebut. Arba’in atau Arba’un yang memiliki arti melaksanakan sholat empat puluh waktu tanpa terputus secara berjamaah di Masjid Nabawi. Sebagian jamaah memang percaya itu merupakan keharusan, meski sebagian lainnya tidak.

Mengutip Sejarah Masjid Nabawi oleh Muhammad Ilyas Abdul Ghani disebutkan sebuah hadist terkait sholat Arbain. Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwasannya Nabi Muhammad bersabda: ‘’Barang siapa shalat di masjidku sebanyak 40 shalat, tidak terlewatkan satu shalat pun niscaya dia akan terbebas dari api neraka, selamat dari siksa, dan bersih dari kemunafikan.’’ (HR Ahmad dan Thabrani)

Masih di buku yang sama, sholat empat puluh kali itu adalah sholat fardhu di Masjid Nabawi, atau biasa disebut sholat Arbain. Namun, ibadah tersebut bukanlah salah satu bagian dari ritual haji.

Meski demikian, Pemerintah Saudi diketahui telah mengatur agar setiap jamaah dari berbagai negara berkesempatan tinggal di Madinah selama waktu cukup untuk melaksanakannya.

Bagi Indonesia, khususnya, Program Haji Mandiri Reguler dari Departemen Agama telah memasukan kegiatan sholat tersebut. Sedangkan haji plus, tersedia pilihan 25 hari untuk haji dan Arbain.

Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawa’id yang mengatakan bahwa periwayat hadits terkait Arba’in di atas adalah tsiqoh (terpercaya). Dalam buku Menjemput Panduan Shalat Bersama Quraish Shihab, disinggung kesamaan hadist tentang sholat tasbih dan sholat Arbain di Madinah.

Menurut dia, hadis tasbih telah diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya. Namun demikian, Imam Nawawi mempertanyakan kesunahannya, karena ada anggapan hadis tersebut dhaif.

Tetapi, ada ulama lain yang menilainya shahih, atau setidaknya hasan. Dia menegaskan, bagaimanapun penilaian terhadap hadis lemah, hal itu tidak bisa menghalangi seseorang melaksanakan ibadah tersebut atas dasar hadis-hadis dhaif.

Terlebih, ketika beribadah di Masjid Nabawi juga mendapat banyak manfaat dibanding masjid lainnya. Seperti diriwayatkan dalam hadis berikut. ''Dari Abu Hurairah Ra bahwa Nabi SAW bersabda: "Satu kali shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu shalat di masjid selainnya, kecuali Masjidil Haram."

 

 

widget->kurs();?>