Kamis 06 Aug 2020 19:12 WIB

Kemenkes Enggan Komentar Terkait Kehalalan Vaksin Corona

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta MUI mulai mempersiapkan fatwa vaksin Covid-19.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Muhammad Fakhruddin
Petugas medis menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada relawan saat simulasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Jalan Prof. Eyckman, Kota Bandung, Kamis (6/8). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin Covid-19 yang dimulai pada Selasa (11/8) di Kota Bandung. Foto: Abdan Syakura/Republika
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Petugas medis menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada relawan saat simulasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Jalan Prof. Eyckman, Kota Bandung, Kamis (6/8). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin Covid-19 yang dimulai pada Selasa (11/8) di Kota Bandung. Foto: Abdan Syakura/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Regulator bidang kesehatan tampaknya tidak mau berkomentar banyak mengenai nasib kehalalan vaksin virus corona SARS-CoV2 (Covid-19). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bungkam ketika ditanya mengenai kehalalan vaksin Sinovac yang tengah diuji klinis di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Penghasil Vaksin Bio Farma. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto juga tak berkomentar banyak. "Silahkan kontak Bio Farma, saya belum secara khusus dilibatkan pada uji klinis ini," ujarnya saat dihubungi Republika, Kamis (6/8).

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto hanya membaca pesan Republika melalui aplikasi pesan instan whatsapp, Kamis (6/8). Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati juga tak mau bicara mengenai masalah ini. "Sorry saya sedang diklat," katanya.

Sebelumnya Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta MUI mulai mempersiapkan fatwa tentang vaksin Covid-19. Wapres berharap fatwa vaksin tersebut telah dikeluarkan MUI bersamaan dengan ketersediaan vaksin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement