Pegunungan Arab Saudi Bagian Utara Berusia 37 Juta Tahun

Selasa , 11 Aug 2020, 20:19 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Pegunungan Arab Saudi Bagian Utara Berusia 37 Juta Tahun (ilustrasi).
Pegunungan Arab Saudi Bagian Utara Berusia 37 Juta Tahun (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH — Peneliti Geologi dari College of Marine Sciences di King Abdulaziz University serta dari Departemen Fossil di Saudi Geological Survey melakukan survei terhadap usia geologi tebing gunung di Bagian Utara Saudi. Gunung-gunung yang terdiri dari batu gamping lunak itu diperkirakan berusia sekitar 37 juta tahun.

 

Terkait

Fosil coccolith berkapur laut digunakan dalam penelitian pertama dari jenisnya dan diterbitkan dalam Journal of Riset Ekologi dan lingkungan Terapan pada edisi Agustus 2020. Coccoliths adalah pelat individu kalsium karbonat yang dibentuk oleh coccolithophores.

Fosil Cocclith adalah stalaktit kecil dari sel alga bersel tunggal. Yang setelah kematian dan kehancurannya, mereka menyebar residu stalaktitnya, yang ukurannya berkisar antara 3-30 mikrometer. (Satu milimeter sama dengan 1000 mikrometer). 

Anggota Fakultas di Departemen Geologi Kelautan di KUA Collage of Marine Sciences, Dr Muhamamd Hamdi Al-Jahdali dianggap sebagai orang pertama Saudi yang berpartisipasi dalam misi eksplorasi global dua kali berturut-turut di kapal penelitian Joides Resolusi di Pasifik  dan Karibia saat belajar untuk gelar master dan doktoral di State University Florida. Univeritas telah mempublikasikan penelitiannya di pegunungan utara kerajaan melalui fosil laut mikro-collette.

Al-Jahdali mengungkapkan bahwa pegunungan tersebut merupakan sedimen semi yang berumur 37 juta tahun dan organisme ini muncul dalam catatan geologi sekitar 200 juta tahun yang lalu. Ini adalah alat penting dalam menentukan umur geologi batuan sedimen batu gamping dalam studi geologi. Mengingat konsentrasi dan kepadatannya dalam sistem geologi laut. 

“Sebagian besar Arab Saudi bagian utara dan negara- negara tetangga ditutupi dengan lingkungan laut semi-dalam pada akhir periode Eosen, yaitu sekitar 37 juta tahun yang lalu, ketika mikro- coccolith mengapung di permukaan air sebelum kematiannya. Dan jatuh ke dasar laut berupa pancuran batu kapur, selain fosil coccolith. Fosil laut berukuran besar seperti bulu babi juga terdapat di wilayah penelitian.,” ujar AlJahdali dilansir dari saudi Gazette, pada Selasa (11/8).