Jumat 28 Aug 2020 13:30 WIB

Menhub Pastikan Dukungan Transportasi Antarmoda di YIA

Kedepannya YIA mampu memberikan dapat positif bagi perekonomian nasional

Rep: rahayu subekti/ Red: Hiru Muhammad
Presiden Joko Widodo bersama rombongan meninggalkan Yogyakarta International Airport (YIA) usai meresmikan YIA di Kulonprogo, DI Yogyakarta, Jumat (28/8/2020). Proyek pembangunan YIA yang berdiri di atas tanah seluas 600 hektare dan memiliki hanggar seluas 371.125 meter persegi serta memiliki landasan pacu sepanjang 3.250 meter itu telah 100 persen selesai.
Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Presiden Joko Widodo bersama rombongan meninggalkan Yogyakarta International Airport (YIA) usai meresmikan YIA di Kulonprogo, DI Yogyakarta, Jumat (28/8/2020). Proyek pembangunan YIA yang berdiri di atas tanah seluas 600 hektare dan memiliki hanggar seluas 371.125 meter persegi serta memiliki landasan pacu sepanjang 3.250 meter itu telah 100 persen selesai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-–Menteri Perhubungan (Menhub) pastikan dukungan transportasi atarmoda di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulonprogo. Budi mengatakan transportasi antarmoda di YIA dibutuhkan untuk memudahkan pergerakan penumpang dari bandara menuju Yogyakarta dan destinasi wisata.

“Dengan adanya konektivitas antarmoda ini kami harap dapat memulihkan perekonomian nasional dengan menarik lebih banyak wisatawan ke Yogyakarta,” kata Budi dalam pernyataan tertulisnya usai menghadiri peresmian YIA, Jumat (28/8).

Budi mengatakan di YIA terdapat angkutan pemadu moda seperti Damri, SetelQu, taksi bandara, taksi daring, dan kereta api melalui stasiun Wojo. Budi menuturkan, nantinya jalur kereta akan langsung masuk ke dalam area YIA.

Dia menilai dengan adanya Damri sangat penting sebagai konektivitas masyarakat ke YIA. Dengan begitu dapat menjadi alternatif pilihan moda transportasi yang bisa dipilih masyarakat.

Budi memastikan terdapat empat trayek Damri yang menuju YIA. Rute Damri tersebut yakni Hartono Mall-YIA, Sleman City Hall-YIA, Borobudur-YIA (via Nanggulan), dan Borobudur-YIA (via Gunung Gajah).

Dia optimistis kedepannya Bandara Internasional Yogyakarta mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. “Ini sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah Yogyakarta sekitarnya dan Indonesia pada umumnya,” kata Budi.

Untuk meningkatkan kenyamanan, pelayanan dan memberikan pengalaman kepada pengguna jasa Bandara Internasional Yogyakarta, desain terminal penumpang dibuat dengan mengusung konsep kearifan lokal. Desain tersebut juga melibatkan 46 seniman lokal Yogyakarta.

YIA memiliki terminal yang dapat menampung 20 juta penumpang pertahun. Pembangunan bandara dengan nilai investasi sebesar Rp 10,08 triliun tersebut juga dapat melayani pesawat terberat seperti Boeing B-777 dan pesawat terbesar seperti Airbus A380.

Saat ini, YIA sudah melayani 20 rute domestik dan dua rute internasional yaitu Singapura dan Kuala Lumpur. Selain itu juga memiliki potensi yang besar untuk menambah rute domestik seperti Manado, Kupang, Labuan Bajo dan rute internasional seperti Jeddah, Madinah, Sydney, Melbourne, Hong Kong, dan Bangkok.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement