Indonesia Belum Terima Sinyal Dibukanya Penerbangan ke Saudi

Rabu , 02 Sep 2020, 20:11 WIB Reporter :Rahayu Subekti/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Indonesia Belum Terima Sinyal Dibukanya Penerbangan ke Saudi (ilustrasi).
Indonesia Belum Terima Sinyal Dibukanya Penerbangan ke Saudi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah Arab Saudi dikabarkan akan membuka penerbangan internasional kembali setelah menutup aksesnya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Meskipun begitu, Indonesia  belum menerima sinyal dibukanya kembali penerbangan menuju Arab Saudi. 

 

Terkait

"Kami belum mendapatkan info dibukanya kembali penerbangan internasional Arab Saudi," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kepada Republika.co.id, Rabu (2/9). 

Sementara itu, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati juga menegaskan, belum mendapatkan informasi tertentu mengenai penerbangan tersebut. Adita mengatakan Kemenhub belum mendapatkan informasi resmi dari otoritas penerbangan sipil Arab Saudi. 

Meskipun sinyal dibukanya akses ke Arab Saudi belum muncul, maskapai nasional Indonesia yang melayani penerbangan umroh dan haji yakni Garuda Indonesia menyatakan kesiapannya jika penerbangan tersebut dibuka kembali. Semenjak Arab Saudi menutup penerbangan internasional, Garuda Indonesia tidak melayani penerbangan rute tersebut. 

"Kami belum dapat info detilnya. Tapi persiapan-persiapan tentu kita lakukan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada Republika.co.id, Rabu (2/9). 

Irfan memastikan, meski rute menuju Arab Saudi ditutup sementara, armada yang dimiliki Garuda Indonesia tetap siap dan dalam keadaan prima. Jika nantinya penerbangan internasional Arab Saudi dibuka kembali, Irfan mengatakan msih menunggu rencana resminya. 

Sebelumnya, Konsulat Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono mengatakan Kerajaan Arab Saudi memiliki rencana membuka penerbangan internasional mulai 16 September 2010. "Rencananya mulai 16 September, Pemerintah Saudi akan bolehkan warga negara asing berkunjung. Berarti umroh sudah boleh mulai tanggal tersebut. Izin berkunjung untuk semua negara," ujar Eko.