Selasa 08 Sep 2020 20:45 WIB

Sapuhi: Mayoritas Negara Wisata Muslim Belum Keluarkan Visa

Faktor ekonomi juga menjadi pengaruh dari sepinya wisatawan dan rohaniawan.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Muhammad Fakhruddin
Sapuhi: Mayoritas Negara Wisata Muslim Belum Keluarkan Visa. Visa elektronik (Ilustrasi)
Foto: Pxfuel
Sapuhi: Mayoritas Negara Wisata Muslim Belum Keluarkan Visa. Visa elektronik (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Umum Serikat Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi, tak menyangkal bahwa pandemi saat ini membuat negara-negara saling menutup akses masuknya karena kekhawatiran. Hal itu, ia sebut sangat berdampak pada pelaku usaha biro jasa travel dan wisata tujuan Muslim di Indonesia.

Dirinya mengatakan, hampir semua negara tujuan wisata Muslim saat ini masih belum menerbitkan Visa Tujuan Wisata atau bahkan Visa Kunjungan Sementara. Adapun negara saat ini yang menjadi tujuan wisata Muslim dan telah memberikan izin masuk atau wisata bagi Indonesia, kata dia, hanya Turki dan UEA.

‘’Visa lain juga sebenarnya bisa saja dikeluarkan di kebanyakan negara. Tapi itu untuk kepentingan lain,’’ kata dia ketika dihubungi Republika Selasa (8/9).

Khusus tujuan Turki dan UEA, menurut dia saat ini juga masih terbatas permintaanya. Dia menambahkan, selain dari keterbatasan pengunjung, faktor ekonomi juga menjadi pengaruh dari sepinya wisatawan dan rohaniawan. ‘’Pelaku travel ga bisa apa-apa sekarang. Banyak sekali yang terdampak,’’ ucapnya.

Terlebih, dia menegaskan bahwa harga paling murah untuk wisata beberapa hari ke Turki ada di rentang harga Rp 12,9 juta hingga Rp 15 juta. Hal itu berbeda dengan tujuan UEA yang dipatok dengan rentang USD 500-700 untuk perjalanan tiga hari dua malam.

Dia mengaku, sejauh ini memang sudah ada beberapa anggota pemilik travel Indonesia yang telah merencanakan wisata ke Turki dan UEA. Namun demikian, ia menyatakan, jumlah partisipan terbatas.

Syam menambahkan, negara tujuan utama Muslim seperti Arab dan Spanyol di Eropa ,memang tidak hanya melarang Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pasien Covid-19 yang banyak. Namun, negara-negara tersebut ia katakan juga masih belum mengeluarkan visa untuk kunjungan. Utamanya, untuk kepentingan wisata. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement