Selasa 08 Sep 2020 22:04 WIB

India-China Lepas Tembakan Pertama Kali dalam 45 tahun

New Delhi dan Beijing diduga melepaskan tembakan ke perbatasan yang disengketakan meskipun ada perjanjian larangan tembak antara keduanya - Anadolu Agency

New Delhi dan Beijing diduga melepaskan tembakan ke perbatasan yang disengketakan meskipun ada perjanjian larangan tembak antara keduanya - Anadolu Agency
New Delhi dan Beijing diduga melepaskan tembakan ke perbatasan yang disengketakan meskipun ada perjanjian larangan tembak antara keduanya - Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI - Setelah beberapa dekade, India dan China pada Selasa diduga melepaskan tembakan ke perbatasan yang disengketakan, tempat di mana penggunaan senjata dilarang menurut perjanjian tahun 1996.

"Pasukan India dengan berani membuat ancaman tembakan kepada penjaga perbatasan China yang berpatroli yang maju untuk negosiasi, dan penjaga perbatasan China dipaksa untuk mengambil tindakan pencegahan untuk menstabilkan situasi di lapangan," kata juru bicara militer China Kolonel Senior Zhang Shuili dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Serangan tersebut adalah yang pertama kalinya sejak Oktober 1975, ketika empat tentara India tewas di perbatasan akibat tembakan.

Pada Juni tahun ini, India kehilangan 20 tentaranya dalam pertarungan tangan kosong dengan militer China di Garis Kontrol Aktual (LAC), perbatasan de facto dekat wilayah Himalaya di Ladakh.

Pernyataan yang dirilis di situs web militer China mengatakan pasukan India secara ilegal masuk tanpa izin melalui tepi selatan Danau Pangong Tso di bagian barat perbatasan China-India pada 7 September.

Menekan langkah tersebut sebagai provokasi militer yang parah, Zhang mengatakan tindakan mencolok tersebut sangat melanggar kesepakatan yang sebelumnya dicapai antara kedua belah pihak dan semakin meningkatkan ketegangan regional, yang bisa dengan mudah memicu kesalahpahaman.

"Kami menuntut pihak India untuk segera menghentikan tindakan berbahaya, segera menarik pasukan lintas garis, menahan dengan ketat pasukan garis depan, menyelidiki dengan sungguh-sungguh dan menghukum personel yang melepaskan tembakan, serta menjamin tidak terjadi lagi insiden serupa," desak Zhang.

India menyangkal klaim China

New Delhi membantah tuduhan Beijing dan mengatakan bahwa Angkatan Darat India tidak pernah melanggar LAC atau menggunakan cara agresif apa pun, termasuk menembak.

"China terus melakukan aktivitas provokatif untuk mengeskalasi," kata Kementerian Pertahanan India dalam sebuah pernyataan.

Kementerian mengatakan mereka berkomitmen untuk melepaskan diri dan menurunkan situasi di LAC.

"PLA [Tentara Pembebasan Rakyat China] yang secara terang-terangan melanggar perjanjian dan melakukan manuver agresif, sementara keterlibatan di tingkat militer, diplomatik dan politik sedang berlangsung," tambah pernyataan itu.

Langkah terbaru di perbatasan tetap terjadi meskipun ada beberapa kesepakatan antara kedua negara yang melarang penggunaan senjata di sepanjang garis yang disengketakan.

Pada 1993, New Delhi dan Beijing sepakat bahwa tidak ada pihak yang akan menggunakan atau mengancam untuk menggunakan kekerasan terhadap pihak lain dengan cara apa pun.

"Tidak ada aktivitas dari salah satu pihak yang melampaui garis kendali yang sebenarnya," bunyi perjanjian itu.

Perjanjian lain antara India dan China mengatakan bahwa tidak ada pihak yang akan melepaskan tembakan, menyebabkan bio-degradasi, menggunakan bahan kimia berbahaya, melakukan operasi ledakan atau berburu dengan senjata atau bahan peledak dalam jarak dua kilometer dari garis kendali yang sebenarnya.

Namun, perkembangan terakhir di perbatasan menunjukkan kedua belah pihak sedang meregangkan otot mereka dengan mengesampingkan perjanjian.

Insiden itu terjadi hanya tiga hari setelah pertemuan antara menteri pertahanan China dan India di ibu kota Rusia, Moskow, untuk meredakan ketegangan di perbatasan.

Pertemuan pada Jumat adalah pertemuan tingkat tinggi langsung pertama antara dua kelas berat di Asia itu sejak bentrokan perbatasan pada Juni.

Kedua negara saling berhadapan di sepanjang garis perbatasan de-facto antara kedua negara di Ladakh, wilayah Jammu dan Kashmir yang disengketakan, tempat 20 tentara India tewas Juni lalu.

Sejak saat itu, serangkaian pertemuan telah dilakukan antara kedua negara, namun tetap tidak berhasil meredakan situasi.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/india-china-lepas-tembakan-ke-perbatasan-pertama-kali-dalam-45-tahun/1966348
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement