15 Rabiul Awwal 1442

Level 1, Bepergian di Semua Negara Afrika Diperbolehkan

Jumat , 18 Sep 2020, 21:36 WIB Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Bepergian di Dalam Semua Negara Afrika Diperbolehkan. Orang-orang yang memakai masker wajah untuk melindungi dari virus corona, berjalan di jalan di pusat kota Johannesburg, Afrika Selatan, Senin, 11 Mei 2020.
Bepergian di Dalam Semua Negara Afrika Diperbolehkan. Orang-orang yang memakai masker wajah untuk melindungi dari virus corona, berjalan di jalan di pusat kota Johannesburg, Afrika Selatan, Senin, 11 Mei 2020.

REPUBLIKA.CO.ID,CAPE TOWN -- Perjalanan internasional di semua negara Afrika akan diizinkan di bawah lockdown level 1. Hal ini diumumkan Menteri Pemerintahan Koperasi & Urusan Tradisional (Cogta) Afrika Selatan Nkosazana Dlamini-Zuma pada Jumat (18/9).

 

Dilansir dari Times Live, Jumat (18/9) pernyataan ini mengikuti pengumuman Presiden Cyril Ramaphosa pada hari Rabu bahwa negara itu akan pindah ke level 1 mulai tengah malam pada hari Minggu. "Setelah meminta saran dari para pemangku kepentingan, kabinet memutuskan pagi ini bahwa negara sekarang harus naik ke level 1," kata Ramaphosa.

Dlamini-Zuma mengatakan perjalanan internasional akan diizinkan mulai 1 Oktober, termasuk perjalanan antarnegara Afrika. “35 perbatasan darat yang ditutup akan tetap ditutup. Kita harus menggunakan 18 perbatasan yang terbuka. Hanya tiga bandara yang akan dibuka (Johannesburg OR Tambo International, King Shaka di Durban dan Cape Town International). Semua pelabuhan laut komersial akan dibuka, tapi tidak untuk pariwisata,” kata Dlamini-Zuma.

Bepergian dari negara yang dianggap berisiko tinggi tidak akan diizinkan. Perjalanan domestik akan tetap sama. Dlamini-Zuma mengatakan klub malam dan sekolah inisiasi tidak akan dibuka. “Malam malam tidak akan diizinkan. Protokol kesehatan masih tetap berlaku saat pemakaman. Saat Anda memasuki sebuah gedung, Anda harus memakai topeng."

Pertemuan di dalam ruangan tidak boleh dihadiri lebih dari 250 orang, dan acara di luar ruangan tidak boleh dihadiri lebih dari 500 orang. “Kalau venue terlalu kecil dan tidak bisa menampung 250, maka jumlahnya harus lebih sedikit. Itu harus setengah dari kapasitas,” kata Dlamini-Zuma.

Penonton masih tidak diperbolehkan di stadion. Acara olahraga internasional tidak diperbolehkan.

Penjualan alkohol di akhir pekan masih dilarang. Jam malam di bawah level 1 akan berlaku antara satu menit lewat tengah malam dan jam 4 pagi. “Kami akan mengandalkan Anda semua untuk mengatasi pandemi ini. Situasi kami telah membaik. Jumlahnya menurun, tapi kami belum keluar dari masalah ini,” kata menteri. “Pilihanmu bisa jadi perbedaan antara hidup dan mati. Saat Anda memutuskan untuk meninggalkan rumah, ingatlah bahwa Anda membuat keputusan hidup atau mati. Orang tua masih berisiko lebih tinggi. Kita harus melindungi mereka dengan memakai masker kita."

 

widget->kurs();?>