14 Rabiul Awwal 1442

Saudi Perbaiki Rumah Agen Inggris Kala Perang Lawan Ottoman

Kamis , 24 Sep 2020, 08:44 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
TE Lawrence atau Lawrence of Arabia (baris kedua, nomor dua dari kanan) saat hadir dalam pesta yang digelar Emir Faisal di Versailles
TE Lawrence atau Lawrence of Arabia (baris kedua, nomor dua dari kanan) saat hadir dalam pesta yang digelar Emir Faisal di Versailles

REPUBLIKA.CO.ID, -- Pemerintah Arab Saudi memulihkan rumah perwira intelijen dan kombatan Inggris yang terkenal di dunia, T.E.Lawrence - kediaman di mana ia membantu meluncurkan kampanye untuk mengusir Turki Ottoman dari jantung dunia Islam selama Perang Dunia 1.

 

Mantan duta besar Israel untuk Yordania, Jacob Rosen, mengatakan kepada The Jerusalem Post pada hari Rabu bahwa pemulihan itu sangat menarik dan menggembirakan. Tampaknya Arab Saudi semakin dewasa dan bersedia untuk mengakui salah satu musuh bebuyutan Dinasti Saudi, yaitu Ottoman. Lawrence bekerja dengan Hashemites. Tentu saja ini bagus untuk pariwisata. "

 T.E. Lawrence on his Brough Superior in 1925 or 1926 (photo credit: Wikimedia Commons)

Rosen adalah salah satu pakar Lawrence terkemuka di dunia. Dia telah mengumpulkan koleksi terjemahan berbeda terbesar di dunia dari catatan Lawrence pada masanya di Timur Tengah, yakni: 'Tujuh Pilar Kebijaksanaan'.

Hashemites adalah keluarga kerajaan Yordania dan merupakan saingan dari House of Saud - monarki yang berkuasa di Arab Saudi - selama kerusuhan di awal abad lalu. Lawrence mendapatkan ketenaran internasional dalam film epik Inggris 1962: Lawrence of Arabia. Bekas kediamannya terletak di kota Laut Merah Yanbu.

Ahmed Al Mahtout, walikota setempat, mengatakan kepada surat kabar UEA The National,"kami baru saja menyelesaikan tahap pertama restorasi dan berharap pada akhir tahun kami telah siap sepenuhnya untuk pengunjung." Dia menambahkan bahwa kediaman Lawrence memperoleh nilainya dari sejarahnya dan banyak turis asing ingin mengunjungi  rumah perwira intelijen Inggris tersebut.

Menurut walikota, selama seabad terakhir, rumah dua tingkat itu menjadi bobrok. Sejarawan mendesak agar rumah itu dilestarikan.

Lawrence meninggalkan rumah itu pada awal apa yang disebut Pemberontakan Arab pada tahun 1916. Lawrence tinggal di rumah itu antara tahun 1915-1916. Rumah itu tetap kosong selama satu abad. Menurut The National, penduduk setempat mengklaim bahwa rumah itu berhantu. Al Mahtout dengan tegas menolak bahwa rumah itu berhantu.

 “Saya mendengar bahwa ketakutan akan hantu telah menyebabkan pengabaian, dan saya katakan itu tidak benar. Rumah itu sekarang menjadi bagian terdaftar dari warisan sejarah Yanbu dan wisatawan dapat mengunjunginya."

 

 

 

widget->kurs();?>