Kerja Keras dan Perencanaan Dibalik Kembalinya Umroh

Senin , 05 Oct 2020, 17:26 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Ani Nursalikah
Kerja Keras dan Perencanaan Dibalik Kembalinya Umroh. Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umroh dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10).
Kerja Keras dan Perencanaan Dibalik Kembalinya Umroh. Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umroh dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Tahap pertama dimulainya kembali umroh telah membawa kegembiraan bagi umat Islam di seluruh dunia. Namun, kerja keras masih ada di depan mata untuk memastikan keamanan jamaah di Masjidil Haram.

 

Terkait

Wakil Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi Abdulfattah bin Sulaiman Mashat mengatakan keputusan pemulihan umroh telah membuat umat Islam di Arab Saudi dan luar negeri sangat bahagia. “Rencana telah dikembangkan dalam koordinasi dengan semua otoritas terkait, dan semua bekerja sama dan berkoordinasi sesuai satu rencana,” kata Mashat dilansir dari Arab News, Senin (5/10).

Baca Juga

Dia menambahkan, semua tahapan akan dinilai dan ditinjau untuk memastikan pelaksanaan tersebut berhasil. Pertemuan dengan kementerian kesehatan akan dilakukan setelah tahap kedua untuk menentukan daftar negara yang akan dibuka untuk umroh serta jumlah jamaah umroh melalui aplikasi Eatmarna.

Aplikasi ini tidak hanya menyediakan izin umroh, tapi memungkinkan jamaah memesan transportasi dari tempat parkir ke Masjidil Haram. Nantinya, aplikasi ini akan segera mencakup layanan lain, seperti pemesanan hotel.

Sejak didirikan oleh Raja Abdul Aziz, melayani jamaah selalu menjadi prioritas di Arab Saudi. "Kementerian haji dan umroh sedang memantau dan meningkatkan layanan untuk memberikan jamaah perjalanan spiritual yang indah dan berkesan," ujar dia.

Direktur Jenderal Urusan Kesehatan Makkah Wael Hamzah Mutair mengatakan kepada Arab News, area pusat telah sepenuhnya dipersiapkan untuk menerima jamaah, sejalan dengan rencana yang dikembangkan oleh komite koordinasi. Terkait jarak sosial antara jamaah, sedang diamati dan langkah-langkah kesehatan dilakukan oleh semua rumah sakit di dekat area pusat di sekitar Masjidil Haram agar siap menghadapi keadaan darurat.

“Pusat darurat sangat efisien dan dilengkapi dengan peralatan medis modern dan layanan perawatan untuk menangani pandemi,” kata Mutair.

Dia mengatakan tim lapangan telah dikerahkan di dalam Masjidil Haram untuk memastikan para peziarah dan otoritas terkait langkah-langkah kesehatan. Asisten Direktur Jenderal Transportasi di Sindikat Umum Mobil Masjidil Haram, Osama Samkari mengatakan sindikat telah menyediakan 50 bus untuk mengangkut rombongan jamaah umroh. Setiap kelompok terdiri dari 200 jamaah, yang diberi waktu tiga jam untuk melakukan ritual umroh, dimulai dan diakhiri di area triase.

“Jmaah diberikan akses parkir gratis sebelum diangkut dengan bus yang disterilkan ke dan dari Masjidil Haram, sejalan dengan tindakan pencegahan,” ujar dia.

Jamaah yang berkumpul di setiap area perlu mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik awal mereka dan disarankan untuk bersiap di titik pemeriksaan jauh lebih awal dari jadwal.

https://www.arabnews.com/node/1744201/saudi-arabia