531 Karyawan Direkrut untuk Mengawasi Ibadah Umroh yang Aman

Sabtu , 10 Oct 2020, 07:57 WIB Redaktur : Muhammad Fakhruddin
531 Karyawan Direkrut untuk Mengawasi Ibadah Umroh yang Aman. Dalam foto yang dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi ini, umat Islam mempraktikkan jarak sosial saat sholat di sekitar Ka
531 Karyawan Direkrut untuk Mengawasi Ibadah Umroh yang Aman. Dalam foto yang dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi ini, umat Islam mempraktikkan jarak sosial saat sholat di sekitar Ka

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Lebih dari 500 karyawan telah direkrut untuk memandu jamaah umrah setelah Arab Saudi mencabut larangan sementara haji karena pandemi virus corona (Covid-19).

 

Terkait

Dilansir dari Arab News, Sabtu (10/10), Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci telah mempekerjakan 531 karyawan yang akan bekerja dalam tiga shift untuk menerima 6.000 jamaah setiap hari. Peziarah akan diurus dari saat mereka tiba di Masjidil Haram hingga mereka menyelesaikan ritual umroh, untuk memastikan bahwa ibadah umroh dilakukan dengan cara yang aman, kata presidensi.

Kepresidenan mengatakan bahwa langkah-langkah kesehatan yang ketat telah diberlakukan untuk melindungi para peziarah dan membantu menghentikan penyebaran virus.

Kementerian Haji dan Umrah Saudi menyatakan keberhasilan hari pertama umroh yang dilanjutkan setelah sekitar tujuh bulan ditangguhkan karena wabah virus korona baru. Tidak ada infeksi atau pelanggaran kesehatan yang dilaporkan pada hari pertama dimulainya kembali haji di kota suci Mekkah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr. Abdulfattah bin Sulaiman Mashat mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa semua pihak berwenang terkait yang terlibat dalam penyelenggaraan Umroh telah berhasil melaksanakan rencana yang diperkenalkan di tengah keadaan luar biasa yang ditimbulkan oleh pandemi.

Nol infeksi yang dilaporkan dikreditkan pada keberhasilan upaya ini dan langkah-langkah kesehatan ketat yang telah diadopsi sejak jamaah haji tiba di lima pusat pertemuan, tambahnya. Pengorganisasian inilah yang memungkinkan hari pertama umroh berlalu dengan lancar dan tenang, lanjutnya.

Mengorganisir jamaah di pusat-pusat pertemuan memungkinkan penyelenggara untuk memverifikasi izin mereka secara akurat dan melacak mereka selama mereka tinggal di Mekkah. Usai cek kesehatan di panti, jamaah dipandu menuju Masjidil Haram, didampingi oleh seorang pemandu kesehatan.

Juru bicara resmi otoritas kesehatan Makkah Hamad al-Otaibi mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa jika dugaan infeksi terdeteksi, maka jemaah umroh akan dirujuk ke pusat kesehatan terdekat tempat ia akan menjalani tes.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini