24 Ramadhan 1442

Merger Bank Syariah BUMN, Bagaimana Nasib Nasabah?

Rabu , 14 Oct 2020, 14:32 WIB Reporter :Lida Puspaningtyas/ Redaktur : Elba Damhuri
Penandatanganan Conditional Merger Agreement untuk Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah milik BUMN, di Jakarta, Senin (12/10) .
Penandatanganan Conditional Merger Agreement untuk Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah milik BUMN, di Jakarta, Senin (12/10) .

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Merger bank syariah milik BUMN baru akan terwujud pada kuartal pertama 2021. Pelayanan terhadap nasabah menjadi isu selama proses merger ini berlangsung.

Tim merger memastikan layanan nasabah dari ketiga bank syariah yang akan digabungkan dipastikan akan berjalan seperti biasa. Ketiga bank syariah itu adalah BRI Syariah (BRIS), BNI Syariah, dan Mandiri Syariah (BSM).

Ketua Tim Project Management Office dan Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hery Gunardi, mengatakan tidak akan ada perubahan dalam layanan selama proses merger ini.

"Kami memastikan layanan untuk nasabah tidak ada perubahan, karena bank akan menjalankan aktivitasnya seperti biasa, berjalan sendiri-sendiri sampai nanti sah legal merger tahun 2021," katanya, Selasa (13/10).

Hery menegaskan saat ini merger belum terjadi dan baru sekadar kesepakatan. Hery mengibaratkan Conditional Merger Agreement (CMA) adalah bukti meminang, dan belum terjadi akad. 

Legal merger akan terjadi pada kuartal I 2021. Sebelum sah bergabung, bank akan tetap berjalan seperti sedia kala. 

Hal ini diamini Direktur Utama PT Bank BRI Syariah Tbk, Ngatari. Ia menyatakan semua layanan dipastikan tetap optimal. 

Nasabah tetap bisa melakukan transaksi seperti biasanya. "Kami memastikan layanan nasabah tetap berjalan seperti biasa, optimal seperti saat ini," kata Ngatari.

Rencana merger akan disampaikan pada regulator untuk dimintai persetujuan. Setelah itu akan dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), baru selanjutnya legal merger. 

 

widget->kurs();?>