16 Rabiul Akhir 1442

Sudan Dikabarkan akan Buka Hubungan dengan Israel

Kamis , 22 Oct 2020, 09:50 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Unjuk rasa rakyat Sudan menuntut penghapusan negaranya dari dafar teroris.
Unjuk rasa rakyat Sudan menuntut penghapusan negaranya dari dafar teroris.

IHRAM.CO.ID, Satu persatu negara di kawasan sekitar kawasan Arab melakukan pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel. Kini, Sudan pun dilaporkan telah setuju untuk sepenuhnya menormalisasi hubungan dengan Israel. Kabar ini landir dari sebuah laporan awal media Israel Hayom, pada Rabu malam kemarin.

Menurut Israel Hayom yang dikutip Jerusalem Post, satu-satunya outlet utama yang mempublikasikan laporan tersebut sejauh ini, sumber politik yang terlibat dalam pembicaraan diplomatik antara Israel dan Sudan mengkonfirmasi bahwa kedua negara tersebut akan segera menormalisasi hubungan.

 

 

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa pengumuman formal dan publik tentang normalisasi hubungan diharapkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, menyusul panggilan telepon yang diharapkan antara Presiden Donald Trump dan Ketua Dewan Kedaulatan Sudan, Abdel Fattah al-Burhan.

Sebelumnya pada hari Rabu, Menteri Kerjasama Regional Ofir Akunis dan Menteri Intelijen Eli Cohen mengatakan bahwa mereka yakin Israel hampir menormalisasi hubungan dengan Sudan.

"Saya memiliki dasar yang masuk akal untuk percaya bahwa pengumuman akan datang sebelum 3 November - bahwa, jika Anda mengizinkan saya, itulah yang saya pahami dari sumber-sumber saya," kata Akunis kepada Radio Angkatan Darat Israel.

Akunis mengatakan beberapa negara adalah kandidat untuk menormalkan hubungan dengan Israel tetapi tidak menyebutkan nama mereka. Dia mengatakan bahwa sudah menjadi kebiasaan untuk membiarkan kata resmi pertama datang dari Washington.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada hari Rabu bahwa AS telah memulai proses untuk mengeluarkan Sudan dari daftar negara sponsor terorisme, meskipun dia belum dapat menentukan waktu yang tepat untuk menyelesaikan langkah tersebut.

 

Ketika ditanya apakah keputusan itu terkait dengan kemungkinan normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel, Pompeo menjawab: "Kami juga terus bekerja untuk membuat setiap negara mengakui Israel, tanah air Yahudi yang sah, dan untuk mengakui hak dasar dan fundamental mereka untuk ada sebagai negara, dan itu pasti termasuk Sudan.

Sementara Pompeo menghindari menghubungkan penghapusan Sudan dari daftar teror dengan masalah mencapai normalisasi dengan Israel. Beberapa pejabat pun telah menyatakan bahwa normalisasi memang dianggap sebagai syarat agar AS setuju untuk menghapus Sudan dari daftar.

Terkait itu, pada hari Rabu lalu, sebuah jet pribadi dilaporkan melakukan perjalanan dari Bandara Ben-Gurion ke Khartoum. Penerbangan ini dilakukan untuk kedua kalinya. Penerbangan semacam itu terjadi, yang pertama adalah penerbangan bantuan medis dari Israel ke Sudan.

 

widget->kurs();?>