16 Rabiul Akhir 1442

Keutamaan Mengucapkan Talbiyah saat Haji

Jumat , 23 Oct 2020, 13:23 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Keutamaan Mengucapkan Talbiyah saat Haji
Keutamaan Mengucapkan Talbiyah saat Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Labbaik Allahuma labbaik, Labbaik laa syarikka laka labbaik, Innal haamda wanni'mata laka wal mulk, Laa syariika laka. Kalimat talbiyah ini di dalam beberapa hadits disebutkan bahwa mengucapkan labaik adalah syiar haji yang banyak keutamaan.

"Hadis yang lain menyebutkan bahwa Nabi Musa mengucapkan Labbaik Allah SWT menjawabnya dengan menyatakan Labbaik wahai Musa," kata Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi dalam kitabnya Fadhilah Haji.

Menurutnya bagi seseorang yang menunaikkan ibadah haji, bukan ucapkanlah Labaiknya saja yang mengandung keutamaan, tapi setiap perkara mengandung pahala dan keutamaan tersendiri. Abdullah bin Umar ra berkata, "Ketika aku sedang duduk bersama Rasulullah SAW, di Masjid Mina, datanglah dua orang sahabat menghadap Rasulullah SAW yang satu dari kaum Anshar, dan yang lainnya dari kabilah Tsaqaf.

Yang satu mengucapkan salam, keduanya berkata. "Ya Rasulullah kami datang kemari mau bertanya tentang sesuatu.  Rasulullah bersabda. "Jika kalian mau tanyakan apa yang dapat kalian tanyakan. Dan apabila kalian memperbolehkan maka aku yang akan mengatakannya."

Baca Juga

Mereka berkata. "Engkau saja yang mengatakannya ya Rasulullah. Maka Rasulullah bersabda kalian datang kemari untuk bertanya tentang Haji, apa pahala salat dua rakaat setelah tawaf, apa pahalanya antara Safa dan Marwah.

 

Dan apa pahala Sa'i, antara safa marwah. Apa pahala wukuf di Arafah, melempar jumroh, menyembelih binatang kurban, dan tawaf ifadah.

Mereka berkata demi zat yang mengutusmu sebagai seorang Nabi inilah pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam benak kami "Kemudian Rasulullah bersabda, setelah kalian keluar dari rumah dengan niat menunaikan ibadah haji, maka setiap langkah untuk kendaraan kalian dituliskan satu kebaikan di dalam catatan amal kalian dan satu dosa diampuni.

Rakaat setelah tawaf, pahalanya seperti memerdekakan seorang hamba sahaya Arab. Sai antara Shafa dan Marwah pahalanya sama dengan memerdekakan 70 hamba sahaya.

Ketika orang-orang mulai dikumpulkan dipadang Arafah, Allah SWT turun ke langit dunia dan dengan bangganya berfirman kepada para malaikat.

"Lihatlah hamba hambaku ini, mereka datang dari tempat yang jauh, rambut mereka kusut, dan mereka mengharapkan Rahmat Ku."

Dan Allah SWT berfirman kepada Jamaah Haji  "Wahai hamba-hamba-Ku, seandainya dosa kalian sebanyak butir pasir, tetesan air hujan atau buih di lautan maka aku tetap akan mengampuninya.:

"Wahai hamba-hamba Ku pulang lah kalian dalam keadaan dosa-dosa kalian diampuni dan juga dosa dosa orang yang kalian beri syafaat."

Setelah itu, Rasulullah bersabda adapun ketika melempar batu kepada setan maka setiap batu yang dilontarkan akan diganti dengan diampuninya satu dosa yang membinasakan kalia. Ganjaran penyembelihan binatang kurban disimpan di sisi Allah SWT ketika kalian bertahallul dengan mencukur rambut, setiap rambutnya akan diberi ganjaran satu kebaikan dan satu dosa diampuni.

Setelah melakukan semua itu bila seseorang melakukan tawaf ziarah ke maka ia melakukannya dalam keadaan tidak menanggung dosa. Dan satu malaikat akan berkata kepadanya sambil meletakkan tangannya di atas pundak orang itu mulailah beramal semua dosa yang lalu telah diampuni.

Akan tetapi kata Syekh Mualana sangat penting untuk diperhatikan bahwa haji yang mabrur adalah haji yang berhak untuk dikatakan sebagai Haji. Para ulama menerangkan bahwa ucapkanlah Labaik adalah jawaban atas seruan yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim AS. Atas perintah Allah SWT pembicaraan mengenainya telah dituliskan dalam uraian surat al-hajj 27.

"Dan serulah manusia untuk berhaji, mereka datang kepadamu dengan berjalan dan berkendaraan unta yang telah kurus. Mereka datang dari segenap penjuru yang jauh."

 

widget->kurs();?>