16 Rabiul Akhir 1442

Syafruddin dan JK Upayakan Indonesia Bisa Umroh 1 November

Selasa , 27 Oct 2020, 21:40 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Syafruddin dan JK Upayakan Indonesia Bisa Umroh 1 November. Wakil Presiden RI ke-10 & 12 Jusuf Kalla bersama Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin selaku Ketua Yayasan Museum Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam, mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umroh di tengah Pandemi Covid-19 oleh Pihak Kerajaan Arab Saudi.
Syafruddin dan JK Upayakan Indonesia Bisa Umroh 1 November. Wakil Presiden RI ke-10 & 12 Jusuf Kalla bersama Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin selaku Ketua Yayasan Museum Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam, mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umroh di tengah Pandemi Covid-19 oleh Pihak Kerajaan Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Kerajaan Arab Saudi akan membuka umroh fase ketiga untuk jemaah di luar Saudi pada 1 November 2020. Hingga hari ini, Kerajaan Saudi belum merilis negara mana saja yang berkesempatan mengirimkan jemaah umroh. 

Mantan wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin mengatakan, sempat ada perbincangan mengenai umroh fase ketiga tersebut. Ia dan seluruh rombongan termasuk wakil presiden RI ke-10 Jusuf Kalla (JK) juga telah mengupayakan, agar Saudi memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk bisa mendapatkan kesempatan tersebut. 

"Tentang negara-negara yang diperbolehkan tentu sangat terbatas, tidak seperti dulu. Tapi (apakah Indonesia termasuk) nanti Kementerian Agama yang memberitahu. Tapi Pak JK dan kami sudah mengupayakan," ujarnya.

Syafruddin menuturkan, bahwa rombongannya termasuk Duta Besar Indonesia untuk Saudi bertemu dengan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia untuk membicarakan kesempatan umroh tersebut. Meskipun Liga Muslim Dunia tidak memiliki otoritas tapi menurut Syafruddin, mereka memiliki pengaruh untuk membantu.

"Jadi kami sudah meminta, pak JK, saya, Duta Besar, kita meminta kepada Pemerintah Saudi supaya pada kesempatan pertama ini Indonesia diberikan kesempatan, walaupun sangat terbatas jumlahnya," cerita Syafruddin.

"Mereka belum bisa memastikan, otoritas ada di kerajaan, kerajaan yang memutuskan, tapi akan membantu mengkomunikasikan," sambungnya.

Yang pasti tambah Wakil Ketua DMI ini, sejak Saudi membuka Haji yang sangat terbatas, hingga umroh secara bertahap sejak 4 Oktober lalu, belum ada laporan terkait penyebaran virus corona di antara jemaah. 

"Kemarin kami berbicara dengan otoritas Masjidil Harom dan Masjid Nawabi, alhamdullah sampai hari kemarin selama proses ibadah yang sudah dilaksanakan tidak ada laporan (jamaah) terinfeksi covid-19," tuturnya.

 

widget->kurs();?>