Sektor Pariwisata Turki Incar Pasar Alternatif

Rabu , 28 Oct 2020, 06:19 WIB Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Sektor Pariwisata Turki Incar Pasar Alternatif (ilustrasi).
Sektor Pariwisata Turki Incar Pasar Alternatif (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,ANKARA -- Pemain di sektor pariwisata Turki bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar saat mereka membuat persiapan untuk tahun 2021.

 

Terkait

"Kami mencari pasar alternatif untuk tahun-tahun mendatang. Kami memiliki inisiatif penting yang akan menarik wisatawan tidak hanya dari beberapa titik, tetapi dari setiap sudut dunia," kata Ulkay Atmaca, kepala Asosiasi Manajer Hotel Profesional Turki ( POYD) seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (28/10).

Menunjukkan bahwa tujuan terbesar mereka tahun ini adalah menjaga sebanyak mungkin fasilitas tetap terbuka di tengah pandemi virus korona. Atmaca mengatakan mereka ingin lebih banyak fasilitas terbuka di musim dingin dan mulai 2021 lebih siap. "Akan ada studi baru tentang diversifikasi pasar sebagai suatu sektor," kata Erkan Yagci, kepala Asosiasi Hoteliers Wisata Mediterania.

Dia mengatakan strategi pariwisata sektor 2023 adalah mengembangkan produk dan keragaman pasar. Mengevaluasi sektor pariwisata sebagai lokomotif perekonomian negara, Yagci mengatakan dia memiliki kepercayaan penuh pada sektor tersebut dalam hal ini dan bahwa setiap investasi yang dilakukan di sini akan dikembalikan.

Awal tahun ini, duta besar Portugal untuk Turki menyatakan kepuasannya atas langkah-langkah yang diambil pemerintah Turki untuk mempromosikan pariwisata yang aman di tengah pandemi.

“Inisiatif pemerintah Turki untuk mengeluarkan sertifikat keamanan kepada institusi, yaitu restoran dan hotel yang secara sukarela, mengikuti dan mengadopsi semua prosedur yang benar terkait keselamatan dan pencegahan Covid-19, sangat cocok,” kata Paula Leal Da Silva.

Program Sertifikat Pariwisata Aman khusus Turki menetapkan standar keselamatan yang komprehensif di semua area, dari maskapai penerbangan hingga akomodasi, untuk warga negara Turki, pengunjung internasional, dan karyawan pariwisata.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini