17 Rabiul Akhir 1442

5 Hal Perlu Diketahui Bagi yang Ingin Umroh Saat Pandemi

Rabu , 28 Oct 2020, 18:05 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Ani Nursalikah
5 Hal Perlu Diketahui Bagi yang Ingin Umroh Saat Pandemi. Wakil Presiden RI ke-10 & 12 Jusuf Kalla bersama Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin selaku Ketua Yayasan Museum Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam, mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umroh di tengah Pandemi Covid-19 oleh Pihak Kerajaan Arab Saudi.
5 Hal Perlu Diketahui Bagi yang Ingin Umroh Saat Pandemi. Wakil Presiden RI ke-10 & 12 Jusuf Kalla bersama Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin selaku Ketua Yayasan Museum Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam, mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umroh di tengah Pandemi Covid-19 oleh Pihak Kerajaan Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi akan menyambut warga asing di luar Kerajaan untuk melakukan umroh di Makkah dan Madinah mulai Ahad ini sebagai bagian dari fase ketiga yang secara bertahap mengizinkan haji di tengah pandemi virus corona. Umroh bagi warga negara asing akan dibuka mulai pada 1 November.

Kerajaan Saudi sendiri telah membuka kembali situs suci itu pada 4 Oktober lalu. Pembukaan yang pertama kali ini hanya untuk warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di dalam negeri dengan kapasitas 30 persen. Kemudian kapasitasnya ditingkatkan menjadi 75 persen pada 18 Oktober.

Berikut ini adalah lima jawaban teratas untuk jamaah umroh asing berdasarkan aturan dan regulasi yang digariskan oleh Kementerian Haji dan Umroh, sebagaimana dilansir di Al Arabiya, Rabu (28/10).

1. Apa yang harus saya lakukan sebelum melakukan perjalanan umroh?

Baca Juga

Berdasarkan aturan dan pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umroh, Anda harus memesan paket umroh Anda dengan perusahaan Umrah atau agen perjalanan berlisensi. Kementerian Haji dan Umroh Saudi sedang bekerja dalam berkoordinasi dengan otoritas terkait lainnya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan difasilitasi bagi jamaah selama perjalanan mereka.

Koordinasi telah dilakukan dengan maskapai penerbangan nasional, maskapai Saudia, untuk menyediakan kapasitas kursi yang diperlukan. sesuai dengan rencana tindakan pencegahan dan protokol kesehatan yang disetujui.

2. Berapa batas usia yang disetujui untuk umroh?

Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi mengatakan setiap jamaah yang ingin mengunjungi Makkah untuk umroh harus berusia antara 18 hingga 50 tahun. 

3. Kapan saya harus menjalani tes Covid-19?

Sertifikat pemeriksaan PCR dengan hasil negatif yang dikeluarkan oleh laboratorium terpercaya di negara asal jamaah umrah harus disediakan dan tidak melebihi 72 jam sejak mengikuti tes tersebut hingga waktu pemberangkatan ke Arab Saudi.

4. Apa yang akan terjadi setelah saya mendarat di Arab Saudi?

Kementerian Haji dan Umroh Saudi mengatakan setiap peziarah harus dikarantina selama tiga hari setelah tiba di Kerajaan di hotel tempat mereka tinggal.

5. Apakah ada pendaftaran sebelumnya yang harus saya ketahui?

Perusahaan umroh akan bertanggung jawab untuk memverifikasi keabsahan semua data paspor dan informasi pelaksana umroh yang dimasukkan ke dalam sistem umroh. Semua data yang telah disiapkan sebelumnya harus dimasukkan maksimal 24 jam sebelum tanggal kedatangan dengan masuknya maskapai yang dikonfirmasi termasuk data tiket setiap jamaah umroh dan informasi akomodasi mereka.

 

widget->kurs();?>