Kamis 29 Oct 2020 05:16 WIB

Belajar dari Rusia: Saat Islam dan Muslim Diterima Terbuka

Presiden Emmanuel Macron harus belajar dari integrasi Muslim di Rusia

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Elba Damhuri
Muslim Grozny menjalankan Shalat Idul Fitri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan terkait Covid-19 di Grozny, Rusia. Beberapa masjid di Rusia ditutup operasinya terkait pencegahan wabah Covid-19.
Foto: AP Photo/Musa Sadulayev
Muslim Grozny menjalankan Shalat Idul Fitri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan terkait Covid-19 di Grozny, Rusia. Beberapa masjid di Rusia ditutup operasinya terkait pencegahan wabah Covid-19.

IHRAM.CO.ID -- Rusia bisa menjadi contoh adanya integrasi Islam dengan baik tanpa ada konflik serius apalagi menghina. Rusia termasuk negara yang menerima perbedaan agama termasuk dengan Islam.

Ketua Dewan Komunitas Muslim Dunia, Dr Ali Rashid Al-Nuaimi, menegaskan bahwa Federasi Rusia telah membuktikan bahwa Islam adalah komponen integral dari masyarakat dan budaya Rusia.

Laporan itu menjelaskan bahwa Muslim Rusia menikmati hak penuh dan setara dan bangga dengan milik Islam dan tanah air mereka.  

Dia menambahkan, selama keikutsertaannya secara virtual dalam konferensi Warisan Agama Muslim di Rusia yang diselenggarakan oleh Akademi Islam Bulgar, Tatarstan, Federasi Rusia, pada 26 Oktober 2020 kemarin,  

"Kita menjalani hari yang diberkati, yaitu Maulid Nabi SAW, kesempatan tersebut mempertemukan umat Islam di dunia untuk mengungkapkan cinta kepada Nabi kita (SAW), dan mengungkapkan persatuan umat Islam untuk menyajikan kepada dunia pesan cinta dan perdamaian," ujarnya saat mengikuti konferensi virtual Warisan Agama Muslim di Rusia yang diselenggarakan Akademi Islam Bulgar, Tatarstan, Federasi Rusia, pada 26 Oktober 2020 kemarin, yang dikutip di AE, Selasa (27/10).

Al-Nuaimi mengatakan bahwa Muslim Rusia berhak untuk mencapai perdamaian sosial, kohesi, dan menghadirkan citra Islam moderat. Dia mengatakan bahwa dunia Islam sedang mengalami masa kritis terkait dengan membangun visi Islam yang benar dan menghadirkan wacana keagamaan yang benar kepada generasi yang baru muncul. 

Dia menjelaskan, peran dan tanggung jawab para pemuka agama di Federasi Rusia antara lain pemilihan warisan Islam yang sesuai dengan kebutuhan zaman kita, menghadirkan wacana keagamaan yang persuasif bagi generasi muda, dengan berpegang pada dasar-dasar agama dan pesan yang benar. “Islam adalah agama belas kasih dan perdamaian dan bahwa pesan utusan adalah rahmat bagi kedua dunia,” kata dia menjelaskan. 

Dia juga meminta para pemimpin agama di Federasi Rusia membesarkan generasi yang percaya pada welas asih masyarakat untuk semua umat manusia, untuk memenuhi syarat para pemimpin agama untuk mencegah kontrol aktor jahat, untuk membuat orang muda memenuhi syarat untuk bekerja dalam kerangka negara nasional, untuk memurnikan warisan Islam sejalan dengan hukum negara, dan melestarikan model moderat yang dicapai Rusia.

BACA JUGA: Prancis Ingatkan Warganya Hati-Hati di Negara Muslim

BACA JUGA: Masya Allah, Azerbaijan: Masjid di Zangilan Dijadikan Kandang Babi Oleh Armenia

Sumber:  http://wam.ae/en/details/1395302880800

 

 

sumber : Republika.co.id
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement