Sinyal Positif dari Ibadah Umroh Jusuf Kalla

Jumat , 30 Oct 2020, 12:55 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Sinyal Positif dari Ibadah Umroh Jusuf Kalla. Wakil Presiden RI ke-10 & 12 Jusuf Kalla bersama Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin selaku Ketua Yayasan Museum Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam, mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umroh di tengah Pandemi Covid-19 oleh Pihak Kerajaan Arab Saudi.
Sinyal Positif dari Ibadah Umroh Jusuf Kalla. Wakil Presiden RI ke-10 & 12 Jusuf Kalla bersama Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin selaku Ketua Yayasan Museum Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam, mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umroh di tengah Pandemi Covid-19 oleh Pihak Kerajaan Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) baru-baru ini membagikan fotonya saat menyempatkan diri melakukan ibadah umroh dengan protokol kesehatan. Hal ini disebut Ketua Umum Serikat Pen­yelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi) Syam Resfiadi sebagai bentuk kepercayaan Arab Saudi kepada Indonesia untuk melakukan ibadah umroh di negaranya.

 

Terkait

Menurutnya, dibolehkannya JK melakukan ibadah umroh bisa diartikan sebagai penghormatan besar kepada Indonesia yang merupakan negara sahabat Arab Saudi. Padahal hingga kini belum orang luar Saudi yang dibolehkan menjalankan umroh.

"Beliau bisa pergi umroh ke Arab Saudi dalam masa pandemi bahkan dari luar negeri  yang notabene belum dibuka, baru awal November nanti dibuka. Itu menunjukkan satu kepercayaan luar biasa kepada negara Indonesia dan tentunya menghormati persahabatan Indonesia dengan kerajaan Arab Saudi," jelas Syam Resfiadi, Rabu (28/10).

Seperti diketahui, Arab Saudi telah membuka  pelaksanaan ibadah umroh sejak 4 Oktober lalu untuk fase pertama. Fase kedua juga sudah dimulai pada 18 Oktober lalu namun kedua fase ini belum membolehkan jamaah umroh dari luar Arab Saudi.

Fase ketiga akan dimulai pada 1 Novembwr mendatang meskipun Arab Saudi belum memutuskan negara mana yang dibolehkan masuk. Kendati demikian, Syam mengungkapkan asosiasi sudah mendapatkan keterangan terkait aturan atau syarat yang harus dilakukan bagi jamaah yang ingin melaksanakan umroh.

"Asosiasi sudah mendapatkan informasi yang sama dengan para anggotnya atau travel-travel. Di mana  informasi itu menjelaskan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi apabila ingin umroh november yang akan datang seperti yang sudah diberitakan," jelasnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini