4 Jumadil Akhir 1442

Menengok Masjid Agung Aljazair, Terbesar Ketiga di Dunia

Sabtu , 31 Oct 2020, 04:55 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tejomukti / Redaktur : Ani Nursalikah
Menengok Masjid Agung Aljazair, Terbesar Ketiga di Dunia. Masjid Agung Aljazair, juga dikenal sebagai Djamaa El Djazair, pada malam peresmiannya di ibu kota Aljazair.
Foto : thenationalnews.com
Menengok Masjid Agung Aljazair, Terbesar Ketiga di Dunia. Masjid Agung Aljazair, juga dikenal sebagai Djamaa El Djazair, pada malam peresmiannya di ibu kota Aljazair.

Sebuah studi multidisiplin dan kelompok penelitian akan memeriksa teks Alquran dan sejalan dengan waktu dan di atas segalanya, dengan sains. "Idenya adalah masjid agung ini akan menjadi tempat untuk memerangi semua jenis radikalisme, agama dan sekuler," kata Chekkat.

Presiden Abdelmadjid Tebboune diharapkan meresmikan masjid yang kapasitas maksimalnya 120 ribu jamaah pada acara pada Rabu (28/10), malam menjelang Maulid Nabi Muhammad. Tetapi, Perdana Menteri Abdelmadjid Djerad dan anggota pemerintah yang meresmikan aula menggantikan Tebboune, setelah presiden dirawat di rumah sakit dan kemudian terbang ke Jerman untuk perawatan di tengah ketakutan Covid-19.

Tebboune telah menjalani isolasi diri pada Sabtu setelah laporan dugaan kasus virus corona di antara para pembantunya. Tidak jelas berapa banyak orang yang diizinkan menghadiri sholat di tengah pandemi.

Tetapi para pengkritiknya mengatakan masjid itu adalah proyek kesombongan untuk mantan presiden Abdelaziz Bouteflika, yang dipaksa keluar pada April tahun lalu setelah protes jalanan massal terhadap pemerintahannya selama dua dekade. "Ada masjid di hampir setiap lingkungan," kata Said Benmehdi, warga Aljazair berusia tujuh puluhan, yang kedua anaknya menganggur.

Dia mengatakan dengan getir dia lebih suka negara membangun pabrik dan membiarkan orang muda bekerja. Sosiolog Belakhdar Mezouar mengatakan masjid itu tidak dibangun untuk masyarakat.

"Itu adalah karya seorang pria (Bouteflika) yang ingin bersaing dengan tetangganya Maroko, membuat namanya abadi dan meletakkan konstruksi ini di CV-nya, sehingga dia bisa masuk surga pada hari penghakiman," katanya, menambahkan pendapatnya dibagikan secara luas.

Nadir Djermoune, yang mengajar tata kota, mengkritik pilihan yang mencolok dari proyek-proyek besar seperti itu pada saat dia mengatakan Aljazair membutuhkan fasilitas kesehatan, pendidikan, olah raga, dan rekreasi baru. Masjid ini terisolasi dari kebutuhan riil kota dalam hal infrastruktur. Hal yang paling positif, kata dia, adalah konsep modernisnya, yang akan menjadi model untuk proyek arsitektur masa depan.

 

https://www.thenationalnews.com/world/mena/inside-algeria-s-1bn-mosque-the-third-largest-in-the-world-1.1101860