Jamaah Umroh Perdana Indonesia Karantina di Makkah

Senin , 02 Nov 2020, 19:26 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Jamaah Umroh Perdana Indonesia Karantina di Makkah (ilustrasi).
Jamaah Umroh Perdana Indonesia Karantina di Makkah (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Jamaah umroh asal Indonesia keberangkatan pertama sudah tiba di Tanah Suci dan kini sedang karantina di Makkah. Sesuai regulasi jamaah dari negara asing karantina selama tiga hari sebelum melakukan ibadah umroh. 

 

Terkait

"Kita sedang karantina di hotel," kata pengurus Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Bidang Hubungan Luar Negeri Riza Palupi, saat dibubungi, Selasa (2/11).

Riza yang juga pemilik travel Albi Tour itu menyampaikan, pemerintah Arab Saudi tidak menempatkan jamaah di suatu tempat khusus karantina. Para jamaah umroh dikarantina di hotel yang sudah dipesan di daerah Makkah dekat masjidil Haram. "Kita tinggal di Makkah sesuai paket hotelnya," katanya.

Riza menuturkan, suasana umroh di masa pandemi ini berbeda saat umroh sebelum pandemi. Semua keperluan jamaah diantar ke kamar hotel sebagai prosedur karantina yang tak boleh kemana-mana. "Kondisinya makanan diantar ke kamar," katanya.

Satu kamar yang biasa diisi bisa empat orang, karena masih pandemi, tidak bisa disi lebih dari dua orang. Jadi setiap kamar diisi oleh dua orang jamaah, meski kapasitas kamar bisa dipakai dua orang lebih. "Satu kamar hotel diisi dua jamaah," katanya.

Riza menyarankan, kepada jamaah umroh perdana dan begitu juga jamaah yang akan datang, ketika umrahnya masih di masa pandemi lebih baik diam di kamar. Hal tersebut demi keamanan bersama agar tak terpapar virus korona. "Kita sarankan untuk tetap di kamar kalau tidak ada ke perluan mendesak," katanya.

Riza menceritakan, jamaah memang bisa keluar di kamar sampai ke lobby hotel atau ke pelataran mesjid. Tetapi tidak boleh masuk Mesjidil Haram apalagi menjalankan ibadah umrah seperti thawaf dan Sai. 

Selain kamar yang kapasitasnya dikurangi sampai 50 persen, juga transportasi darat jenis bus hanya boleh diisi oleh 40 persen penumpang. Padahal ketika normal biasanya bus diisi penuh jamaah. "Ada 13 bus yang jemput dan kapasitas bus hanya 40 persen," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini