Covid Masih Meluas, Hindari Aktivitas tak Perlu Selama Umroh

Selasa , 03 Nov 2020, 19:59 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Calon Jamaah umroh merapikan koper miliknya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (1/11). Ratusan jamaah diberangkatkan ke tanah suci pada Ahad (1/11). Hal ini merupakan pemberangkatan perdana setelah umroh ditutup pada februari akibat pandemi Covid-19.
Calon Jamaah umroh merapikan koper miliknya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (1/11). Ratusan jamaah diberangkatkan ke tanah suci pada Ahad (1/11). Hal ini merupakan pemberangkatan perdana setelah umroh ditutup pada februari akibat pandemi Covid-19.

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA--Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan jamaah umrah untuk selalu menjaga kesehatan masing-masing. Mengingat saat ini penularan virus COVID-19 masih tinggi di Arab Saudi dan di Indonesia.

 

Terkait

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Eka Jusup Singka, mengimbau para jamaah umrah Indonesia baik yang sudah berangkat maupun yang berencana untuk menjalankan ibadah umrah agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Hal tersebut untuk memastikan keselamatan dan kesehatan jamaah dan keluarganya.

 "Jamaah agar selalu mematuhi protokol kesehatan yang ada, selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," kata Eka saat dihubungi, Selasa (3/11).

Eka menuturkan, meskipun pemerintah Arab Saudi membatasi jumlah jamaah yang dapat beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, namun melihat prosesi peribadatan umrah yang tidak hanya melaksanakan tawaf dan sai tetapi juga ada agenda wisata religi ke sejumlah tempat bersejarah. Oleh karenanya tidak menutup kemungkinan terjadinya kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan risiko penularan COVID-19 antar jemaah lintas negara. 

Untuk itu Eka menyarankan, jamaah untuk menghindari melakukan kegiatan yang tidak perlu. Sebisa mungkin jamaah dapat menghindari kerumunan orang dan jangan mengunjungi peternakan unta.

Tak lupa Eka meminta agar jemaah umrah asal Indonesia untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan mengonsumsi makanan bergizi. Dengan makanan bergizi maka tubuh akan lebih fit sehingga imunitas dapat terjaga dan terhindar dari penularan penyakit, tidak hanya COVID-19.

"Tetapi juga MERS-COV yang pernah merebak di kawasan timur tengah," katanya.

Eka berharap para penyelenggara umrah (KBIHU) pun mempunyai tanggung jawab akan aspek keselamatan dan kesehatan jemaahnya. Mereka berkewajiban dalam mengingatkan jemaahnya untuk selalu mematuhi semua ketentuan kesehatan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. 

Kata dia, apabila protokol kesehatan dilanggar, tentu bakal berisiko meningkatkan jumlah kasus COVID-19 dari jemaah umrah di Saudi. Jangan sampai abainya penyelenggara dan jemaah terhadap protokol kesehatan dapat menambah kasus positif dan melahirkan klaster baru di sana.

Seperti diketahui, Pemerintah Arab Saudi terhitung sejak 1 November 2020 membuka kembali akses beribadah umrah bagi warga negara dari seluruh dunia. Kesempatan ini tentu disambut baik oleh para penyelenggara dan jemaah khususnya di Indonesia. Pada umrah perdana (1/11) lalu telah diberangkatkan sebanyak 360 jemaah dari seluruh Indonesia. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini