Kamis 05 Nov 2020 17:30 WIB

15 Anggota TNI Bangka Terkonfirmasi Positif Covid-19

Mereka mengikuti tes/seleksi pasukan perdamaian PBB.

virus corona (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
virus corona (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan 15 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berdinas di Kompi Senapan B Yonif 141/AYJP Bangka terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka sudah menjalani isolasi.

"Saat ini, 15 anggota TNI terkonfirmasi Covid-19 sudah menjalani isolasi," kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Babel, Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Kamis (5/11).

Baca Juga

Ia mengatakan, 15 anggota TNI tertular Covid-19 pada 29 Oktober 2020 dalam satu rombongan pasukan berjumlah 46 personel ketika melakukan perjalanan pulang dari Bogor, Jawa Barat.  Mereka mengikuti tes/seleksi Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul, Bogor, yang akan bertugas di Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-O UNIFIL Lebanon.

"Berdasarkan riwayat perjalanan, kronologi para personel TNI terinfeksi virus Corona ini, pada 30 Oktober 2020 tiba di Bangka dan dari tes cepat pada 31 Oktober 2020 diperoleh hasil reaktif," ujarnya.

Setelah itu langsung dilakukan pengambilan sampel usap, dan dari hasil tes usapPCR pada 3 November 2020 dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19. Termasuk dalam kategori kasus impor. "Sejak 4 November 2020 diisolasi dan menjalani penanganan di Wisma Isolasi Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk penyembuhan dan sekaligus mencegah penyebaran virus itu," katanya.

Menurut dia, kondisi dan adaptasi kebiasaan baru saat ini tidak boleh membuat lalai dan lupa diri, bahkan abai terhadap Covid-19. Sebaliknya, menjadi pendorong bagi masyarakat untuk terus menjaga soliditas dan merawat solidaritas termasuk menanggalkan ego sektoral dalam ikhtiar bersama memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19.

"Selama vaksin Covid-19 belum ada dan dinyatakan tersedia maka kemungkinan dan potensi penularan Covid-19 akan terus terjadi, dan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri saat ini penularannya tidak lagi didominasi oleh kasus impor, namun sudah terjadi kasus transmisi lokal yang cukup banyak," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement