Kamis 05 Nov 2020 23:45 WIB

Bakar Produk Prancis, GPI Habiskan Uang Kas Rp 5 Juta

Aksi ini sebagai upaya mengecam Presiden Emmanuel Macron yang telah menghina Nabi.

Rep: Febryan. A/ Red: Agus Yulianto
Ketua Gerakan Pemuda Anti Komunis (GEPAK) Rahmat Himran.
Foto: Republika/Ronggo Astungkoro
Ketua Gerakan Pemuda Anti Komunis (GEPAK) Rahmat Himran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Massa dari Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya menghabiskan dana sekitar Rp 5 juta untuk membeli produk-produk asal Prancis yang akhirnya mereka bakar di Komplek Menteng Raya 58, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11) lalu. Dana berasal dari uang kas organisasi.

"Kemarin kami beli produk sekitar 5 jutaan," kata Ketua GPI Jakarta Raya, Rahmat Imran ketika dikonfirmasi, Kamis (5/11).

Imran menuturkan, produk yang dibeli di antaranya adalah air mineral, pembersih wajah, dan parfum. Kendati produk-produk yang dibeli dengan uang kas GPI akhirnya dibakar, Imran menyebut, pihaknya tidak merasa merugi.

"Tidak ada ruginya karena kami mencontohkan bahwa produk ini yang harus kami musnahin. Jangan ada lagi umat yang membeli produk Prancis," kata dia.

Sebelumnya, sebanyak 20 orang anggota GPI membeli sejumlah produk asal Prancis di toko Indomaret di Jalan Johar Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11) siang. Setelah itu, mereka membakar produk yang telah dibeli itu di Komplek Menteng Raya 58. Mereka menyebut, aksi ini sebagai upaya mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina Nabi Muhammad dan agama Islam.

Beberapa waktu lalu, Macron dalam pidatonya mengklaim bahwa agama Islam dalam krisis global dan mengumumkan rencananya "mereformasi Islam" agar lebih sesuai dengan nilai-nilai Republik Prancis. Macron juga menyatakan dukungannya terhadap penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh majalah satire Charlie Hebdo dengan dasar kebebasan berekspresi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement