KJRI: 3 Jamaah Indonesia Positif Covid-19 Dikarantina 7 Hari

Jumat , 06 Nov 2020, 09:08 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
KJRI: 3 Jamaah Indonesia Positif Covid-19 Dikarantina 7 Hari (ilustrasi).
KJRI: 3 Jamaah Indonesia Positif Covid-19 Dikarantina 7 Hari (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Konjen RI Jeddah, Eko Hartono mengatakan pemerintah Arab Saudi telah mengkarantina jemaah umroh asal Indonesia yang positif covid-19. Lamanya masa karantina adalah tujuh hari.

 

Terkait

"Jamaah kita yang positif covid sekarang sedang karantina tujuh hari di hotel," kata Eko saat dikonfirmasi, Jumat (6/11).

Setelah karantina, tiga orang jamaah ini akan kembali diizinkan melakukan umroh. Tetapi sebelum itu, kata Eko, pemerintah Saudi akan kembali melakukan swab ulang untuk memastikan jemaah bebas dari virus.

"Setelah karantina akan dites lagi, kalau negatif boleh umroh. Kalau masih positif ya lanjut karantina dulu," ujarnya.

Ketua Bidang Pengembangan Wisata Asosiasi Muslim penyelenggara haji dan umroh Republik Indonesia (AMPHURI), Masrura Ram Idjal mengatakan, swab dilakukan kepada jemaah Indonesia dan jemaah Pakistan. Namun kasus positif hanya ditemukan kepada tiga jemaah Indonesia sedangkan jemaah Pakistan bebas dari covid-19.

"Ini yang menjadi alasan kenapa jamaah Indonesia setelah umroh di karantina lagi dua hari dan jamaah Pakistan tidak," kata Masrura.

Namun jemaah umroh Indonesia tidak akan dipungut biaya atas perpanjangan hari ini. Penambahan hari tersebut ditanggung oleh pemerintah Saudi. "Extend ini free of charge dari pihak muassah sini yang berikan," ujar Masrura.

Diketahui, ada tiga jemaah Indonesia yang dinyatakan positif covid-19 usai pihak Saudi melakukan tes swab. Tes swab sendiri dilakukan bukan hanya kepada jemaah umrah asal Indonesia tapi juga kepada jemaah umrah asal Pakistan.

Arab Saudi telah membuka umroh untuk jamaah asing mulai 1 November 2020. Negara yang mendapatkan jatah umroh adalah Indonesia dan Pakistan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini