Relawan Mahasiswa Memandu Jamaah Umroh di Masjidil Haram

Jumat , 06 Nov 2020, 22:29 WIB Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Relawan Mahasiswa Memandu Jamaah Umroh di Masjidil Haram. Umat Muslim yang melakukan sholat jarak sosial di Masjidil Haram untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan sejak pembatasan penyakit coronavirus (COVID-19) diberlakukan, setelah diizinkan oleh otoritas Saudi, di kota suci Mekkah, Arab Saudi 18 Oktober 2020
Relawan Mahasiswa Memandu Jamaah Umroh di Masjidil Haram. Umat Muslim yang melakukan sholat jarak sosial di Masjidil Haram untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan sejak pembatasan penyakit coronavirus (COVID-19) diberlakukan, setelah diizinkan oleh otoritas Saudi, di kota suci Mekkah, Arab Saudi 18 Oktober 2020

IHRAM.CO.ID,MAKKAH -- Delapan puluh siswa dari Institut Masjidil Haram telah mengambil bagian dalam pekerjaan sukarela di Masjidil Haram Makkah setelah kembalinya jamaah dan jamaah secara bertahap.

 

Terkait

Dilansir dari Arab News (6/11), para siswa bekerja total 240 jam per hari, atau tiga jam per siswa, Saudi Press Agency melaporkan. Diawasi oleh Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, relawan membimbing jamaah dan jamaah menuju area sholat, dan memastikan jarak sosial di aula dan koridor saat melakukan umroh.

Masjidil Haram pada Rabu (4/11) menerima jamaah umroh gelombang pertama dari luar Arab Saudi sebagai bagian dari tahap ketiga dimulainya kembali umroh secara bertahap dan kunjungan ke Masjid Suci.

Dilansir dari Saudi Gazette, pada tahap ketiga, 20.000 peserta umroh dan 60.000 jamaah diizinkan memasuki Masjidil Haram setiap hari di tengah penerapan serangkaian tindakan pencegahan virus corona untuk memastikan kesehatan dan keselamatan mereka.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menyelesaikan persiapannya untuk melayani jamaah umroh dari berbagai belahan dunia sambil mengambil tindakan pencegahan kesehatan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran virus corona. Ia telah mengerahkan semua kemampuannya untuk melayani para peziarah dalam suasana yang aman dan sehat.

Menurut Presiden Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci Syekh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, total 4.000 pekerja pria dan wanita yang dilengkapi dengan lebih dari 470 mesin terlibat dalam pembersihan dan desinfeksi Masjidil Haram serta mengawasi dan menindaklanjuti layanan Masjidil Haram dan rencana proyek pembersihan.