19 Rabiul Akhir 1442

Keutamaan Dzikir

Senin , 09 Nov 2020, 11:30 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Muhammad Hafil
Keutamaan Dzikir. Foto: Berdzikir. Ilustrasi
Keutamaan Dzikir. Foto: Berdzikir. Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA --  Dikutip dari buku Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir dari Alquran Al-Karim, sebaik-baiknya pemanfaatan waktu setelah membaca Alquran adalah berdzikir kepada Allah. Hal itu ditegaskan dari sabda Rasulullah SAW.

“Maukah aku kabarkan kepada kalian, amal kalian yang terbaik dan tersuci di sisi Penguasa kalian (Allah), serta tertinggi dalam derajat kalian, juga lebih baik bagi kalian daripada berinfak dengan emas dan uang, dan lebih baik bagi kalian daripada bertemu musuh kemudian kalian memenggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian.” Mereka menjawab, “tentu ya Rasululla.” Beliau bersabda “berdzikir kepada Allah.” (HR Tirmidzi).

Sedangkan dalam hadits lain, Rasulullah bersabda, “orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya bagaikan orang hidup dengan orang mati.” (Muttafaq ‘Alaihi).

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, “telah mendahului mufarridun.” Para sahabat bertanya, “siapakah mufarridun itu?” Rasulullah menjawab, “Yaitu kaum lelaki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah.” (HR Muslim).

Baca Juga

Pahala amal shalih dilipatgandakan sebagaimana dilipatgandakannya pahala membaca Alquran, sesuai dengan yakni pertama, keimanan, keikhlasan, dan mahabbah kepada Allah yang ada di dalam hati. Kedua, penghayatan dan sibuknya hati dalam berdzikir. Jadi tidak hanya dengan lidahnya saja.

Apabila semua itu dilakukan dengan sempurna, maka Allah akan menghapus semua dosa-dosanya dan membersihkan pahalanya secara sempurna. 

 

widget->kurs();?>