Kamis 12 Nov 2020 14:49 WIB

Sri Mulyani: APBN Beri Dukungan ke Santri dan Pesantren

Tahun depan pemerintah menambah jumlah anggaran untuk santri.

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Nidia Zuraya
Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Foto: Antara/Ampelsa
Menteri Keuangan Sri Mulyani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, APBN telah memberikan bantuan pendidikan keagamaan secara signifikan. Hal ini tergambarkan dari jumlah santri yang sudah mendapatkan beasiswa pada tahun ini dan target pertumbuhannya di tahun mendatang.

Per 30 September, Sri menyebutkan, sebanyak 1.000 santri pendidikan agama Islam yang berdaya saing mendapatkan bantuan pendidikan keagamaan menggunakan dana dari kas negara. "Tahun depan naik menjadi 3.925 santri," tuturnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis (12/11).

Baca Juga

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan kepada santri pendidikan diniyah formal/ muadalah/Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) tingkat Ula Penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga PPS Tingkat Ulya. Totalnya mencapai lebih dari 120 ribu santri yang ditargetkan naik 55 persen menjadi sekitar 187 ribu santri.

Secara keseluruhan, Sri mencatat, dukungan APBN untuk santri pada tahun ini mencapai Rp 1.574,8 miliar. Jumlah ini turun menjadi Rp 458,3 triliun mengingat situasi 2020 merupakan exceptional, di mana dampak pandemi Covid-19 yang menekan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, anggaran dukungan untuk pesantren mengalami kenaikan. Pada APBN tahun ini, anggarannya mencapai Rp 1.412,2 triliun yang naik menjadi Rp 2.014,8 triliun, atau naik sekitar 42 persen selama setahun.

Sebelumnya, Sri sempat menyebutkan, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan yang berpihak untuk pengembangan ekonomi dan pendidikan Islam. Di antaranya dengan memberikan stimulus secara langsung maupun melalui penganggaran di Kementerian/ Lembaga (K/L) lain.

Pemihakan itu termasuk diberikan dalam bentuk bantuan operasional pendidikan untuk lembaga pesantren, madrasah dan Majlis Tafsir Al-Quran (MTA) melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sri menyebutkan, besaran anggarannya mencapai Rp 2,38 triliun.

Bantuan pendidikan juga diberikan kepada seluruh murid untuk mengikuti belajar secara online dalam kondisi pandemi saat ini. Total anggaran yang dikucurkan adalah Rp 21,17 miliar untuk bantuan pembelajaran daring ke murid pesantren selama tiga bulan dan Rp 5 juta per bulan untuk 14 ribu lembaga terkait.

"Pada masa pandemi Covid-19 ini, untuk bisa mempertahankan aktivitas ekonomi, bahkan di pesantren, pemerintah melakukan berbagai kebijakan pemihakan," ucap Sri dalam acara Peresmian Retina dan Glaukoma Center RS Mata Achmad Wardi, Serang, Banten, secara virtual, Rabu (21/10).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement